Sakura sedang duduk di ruangannya, ia sudah mulai bekerja di Konoha International Hospital. Sebuah rumah sakit swasta terbesar di Konoha. Gadis itu menempati ruang kerja yang cukup nyaman, ia sedang duduk memeriksa beberapa laporan medis yang diberikan oleh seorang perawat yang merangkap sebagai asistennya. Perawat itu bernama Sumire, gadis manis berusia dua puluh tahun dengan rambut berwarna ungu yang sangat ramah.
Hari pertama bekerja, Sakura tampak anggun dengan dress formal merah maroon sebatas lutut dengan kerah sanghai yang memiliki lengan hingga ke siku. Dress itu dilapisi dengan jas putih khas yang biasa dipakai para dokter. Kakinya yang ramping dan mulus dibalut flat shoes hitam berlabel Tory Burch.
Tok tok
Pintu ruangan kerja Sakura terbuka setelah terdengar dua kali ketukan. "Sakura-san?"
Sakura menatap lurus ke depan, melihat siapa yang muncul dari balik pintu. "Sumire, ada apa?"
"Em, ano. Sebentar lagi jam makan siang, sebaiknya anda tinggalkan dulu semua berkas itu, jangan sampai anda telat makan Sakura-san." Ucap Sumire sambil menahan handle pintu.
Sakura melirik jam digital mini di mejanya. Sudah hampir pukul dua belas siang, ia tersenyum pada Sumire. Asistennya itu memang sangat perhatian padanya.
"Baiklah, sebentar lagi aku akan turun ke bawah." Jawab sakura sambil merapihkan berkas di mejanya.
"Biar saya saja yang membereskannya, Sakura-san." Sumire langsung masuk ke dalam ruangan menghampiri Sakura.
Sakura pun mempersilahkan Sumire membantunya, kemudian ia membuka jas putihnya dan menyampirkan di gantungan yang berada di sudut ruangan. Gadis itu pun berjalan meninggalkan ruangan sambil meraih sling bag hitamnya.
"Sakura-san.."
Sakura menoleh saat seseorang memanggil namanya dari arah belakang. Tampak seorang pria berkaca mata berjalan cepat ke arahnya.
"Kabuto-san?"
"Kau mau kemana Sakura-san?" Pria bernama Kabuto itu bertanya. Jika dilihat dari penampilannya, sepertinya dia rekan seprofesi Sakura.
"Aku mau makan siang, kau sendiri mau kemana Kabuto-san?" Tanya Sakura.
"Wah kebetulan, bagaimana jika kita makan siang bersama?" Ucap pria bernama Kabuto itu.
"Sakura.."
Sakura dan Kabuto pun menoleh ke arah suara itu. Tampak seorang pria berpostur tinggi dengan rambut merah berjalan menghampiri mereka.
"Ayo, makan siang.." Ucap pria itu. Dia adalah Sabaku Gaara, pria yang menjadi kekasih Sakura sejak dua bulan lalu.
Sakura pun mengangguk, "Eh, Kabuto-san ayo bergabung dengan kami?" Sakura menawarkan.
Gaara bisa memahami situasinya, "Kabuto, ayo kita makan siang bersama."
Kabuto melirik Gaara sejenak, "Kalian duluan saja, aku mau mengambil barang yang tertinggal di ruangan." Ucapnya, tersirat raut wajah dongkol pada pria yang kemudian beranjak pergi itu.
Gaara pun acuh, "Ya sudah, ayo Sakura." Dan mereka pun berjalan berdua menuju lift.
Para perawat yang melintas mengangguk sopan saat Gaara dan Sakura lewat. Juga beberapa dokter yang saling menyapa mereka, Gaara menjabat sebagai Komite medik dirumah sakit. Ia bertugas menerapkan tata kelola klinis (clinical governance) agar staf medis dirumah sakit selalu terjaga profesionalismenya, juga memantau penjagaan mutu profesi medis, dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi medis.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Missing Piece
FanfictionBagi Sakura masa lalu memang tak mudah dilupakan, kenyataan bahwa Sasuke adalah idola bagi masa kecilnya tak akan pernah berubah. Namun saat dewasa, segalnya mungkin telah berubah. Banyak hal yang telah terjadi terlebih saat jarak memisahkan keduany...
