25. See you again

701 83 11
                                        

Sasuke melangkah sambil menarik sebuah koper di sampingnya, tangan yang satunya sibuk membalas beberapa email yang masuk di ponselnya. Sempat beberapa kali ia membuka chat room dengan Sakura, dilihat dari tanggal yang tertera sudah lama sekali sejak terakhir mereka saling berkontak satu sama lain. Rasanya jemarinya tidak tahan ingin mengetik sesuatu dan mengirimkannya pada gadis itu.

Aku pergi dul...

Aku pamit ya...

Semua ketikan malah dihapus kembali, tampaknya keraguan tengah menyelimuti batin Sasuke malam itu. Saat ini ia sudah berada di bandara, berdiri terdiam dengan pikiran yang terus mengembara. Sejujurnya, ia ingin sekali berjumpa dengan Sakura, dia sangat merindukannya. Namun Sasuke yakin saat ini pasti gadis itu sudah berbahagia bersama Gaara, dan ia tak ingin menjadi duri penghalang bagi kebahagiaan gadis yang paling dicintainya.

Sejenak Sasuke menoleh ke belakang, berharap entah bagaimana tiba-tiba Sakura muncul dan menghampirinya. Namun rasanya itu mustahil, ia tak mungkin lagi bisa melihat wajah cantik gadis itu, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Dan mungkin saja, saat bertemu lagi di masa mendatang Sakura sudah menikah dengan Gaara, atau pria yang lainnya.

Suasana bandara tidak terlalu ramai malam itu, dan tiba-tiba saja Sasuke mendengar sebuah suara memanggilnya dari kejauhan di belakang.

"Sasuke-kun!!"

Suaranya samar, namun sangatlah familiar. Pria itu pun menoleh, mencari dari mana asal suara itu. Dan betapa terkejutnya Sasuke saat perlahan sosok Sakura tampak semakin jelas dari kejauhan, gadis itu berlari dengan langkah terseok-seok bersama Naruto yang berjalan di belakang.

Kedua mata Sasuke pun otomatis melebar, apa yang sebelumnya hanyalah angan-angan rupanya kini menjadi kenyataan. Sakura benar-benar muncul, bahkan berlari menghampirinya. Tanpa pikir panjang lagi, Sasuke langsung meninggalkan kopernya dan berlari sekencang mungkin menghampiri Sakura, gerakan Sasuke seperti orang yang sedang ikut lari marathon. Ia melesat begitu cepat dan langsung bertubrukan dengan Sakura dan memeluknya dengan erat.

Wajah Sakura bersembunyi di dada Sasuke, masih berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang ia peluk saat ini adalah benar-benar Sasukenya. Hal yang semula seperti mimpi kini terasa nyata, hangatnya, aromanya, bahkan deru nafasnya kini bisa Sakura rasakan dengan jelas. Sambil terisak, Sakura pun berkata.

"Sasuke-kun, aku benar-benar minta maaf..."

"Apa kau baik-baik saja? Apa kakimu terasa sakit?" Sasuke malah menanyakan keadaan gadis itu usai melihatnya berlari dengan begitu susah payah.

"A-aku, tidak apa-apa." Jawab Sakura, meskipun sebenarnya rasanya cukup nyeri.

Dari kejauhan, Sasuke melihat Naruto yang tersenyum ke arah mereka. Kemudian memberi kode padanya untuk mencari tempat menunggu.

Sasuke kemudian kembali fokus pada Sakura, ia menghirup aroma manis dari rambut merah muda kesayangannya itu sambil memejamkan mata.

"Kenapa kau kesini? Siapa yang memberitahumu aku disini?" Tanya Sasuke, pria itu tetap tidak melepas pelukannya.

"Konan-san yang bilang. Aku tidak ingin kau pergi, kumohon, aku benar-benar minta maaf.."

Pelukan pun akhirnya terlepas setelah Sasuke memberi jarak diantara mereka, ia menatap wajah Sakura hingga membuat Sakura bertanya-tanya. "Gaara, bagaimana?"

Sakura tersenyum tipis, "Kami sudah sepakat untuk berpisah secara baik-baik dan memilih untuk menjadi teman."

"Apa? Kenapa bisa begitu?" Tanya Sasuke.

"Karena dia tahu aku sangat mencintaimu, dan dia ingin kita bahagia."

Sasuke tercengang, pertama karena mengetahui betapa baik hatinya Gaara. Yang kedua karena ia baru saja mendengar pengakuan perasaan Sakura sekali lagi.

The Missing PieceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang