21. Falsehood

407 51 13
                                        

Sakura melepaskan pautan bibirnya secara tiba-tiba saat mendengar suara pintu yang tertutup. Gadis itu menoleh namun ia tak melihat siapapun disana, Sasuke yang menyadarinya pun sepertinya merasakan hal yang sama.

"Sepertinya barusan ada seseorang." Ucap Sakura.

"Aa, kukira juga begitu."

"Tapi siapa?"

Sasuke pun berjalan menuju pintu, ia membukanya lalu menoleh ke luar untuk mencari tahu. Namun tidak ada siapapun, hanya ada dua orang suster penjaga di bagian ujung yang sedang duduk manis.

Sasuke memutar kepalanya ke arah Sakura, "Aku tinggal sebentar."

Kemudian Sasuke pergi setelah melihat Sakura mengangguk sebagai jawaban. Ia menghampiri meja suster penjaga dan bertanya.

"Suster, apa tadi ada seseorang yang keluar? Sekitar satu menit yang lalu?"

Suster itu tampak berpikir, "Kalau yang terakhir kami lihat, Dokter Sabaku yang baru saja berjalan keluar tuan Uchiha."

Sasuke memicingkan matanya, "Dokter Sabaku? Apa maksudmu Gaara?"

Suster itu pun mengangguk, "Benar tuan."

Dan Sasuke pun menegang di tempat, ia segera kembali menuju kamar Sakura dengan tergesa-gesa.

Sakura yang melihat Sasuke masuk dengan wajah tegang pun bertanya, "Ada apa Sasuke-kun?"

Sasuke menatap wajah Sakura dalam beberapa detik, menimbang apakah sebaiknya ia memberitahu Sakura atau tidak mengenai hal ini.

"Suster bilang ada seorang pengunjung pasien yang salah masuk kamar, tapi ia sudah pergi." Jawab Sasuke.

"Oh begitu." Jawab Sakura yang tampak lega.

Sasuke menatap Sakura beberapa detik, kemudian jemarinya menyisir beberapa helaian rambut gadis itu. "Rambutmu sudah bertambah panjang sejak pertama kita bertemu lagi."

Sakura pun menyentuh mahkota merah mudanya itu, "Aku berencana memotongnya saat sudah diizinkan pulang nanti."

Sasuke melirik gadis itu, "Tidak ingin memanjangkannya?"

"Eh?" Sakura tampak terkejut, "Memangnya Sasuke-kun ingin aku memanjangkannya?"

"Saat di sekolah dulu rambutmu panjang, dan itu terlihat bagus." Sahut Sasuke.

Sakura seketika tersipu, kedua pipinya merona dan tampak manis menggemaskan. "Kau masih mengingatnya."

"Tentu saja." Jawab Sasuke.

"Baiklah, mungkin aku kan memanjangkannya." Ucap Sakura.

Sasuke tersenyum tipis, kemudian ia membelai kepala Sakura dengan lembut. "Kau benar-benar membuatku merasa bodoh."

"Aku? Kenapa?" Tanya Sakura dengan alis yang mengkerut.

"Karena telah menyia-nyiakan banyak kesempatan, dan sekarang aku harus bertaruh dengan segala kemungkinan." Jawab Sasuke.

Sakura tampak bingung, "Sasuke-kun, apa maksud ucapanmu? Aku tidak mengerti."

Namun Sasuke tak menjawab, ia memandang wajah Sakura dalam diam beberapa detik. "Aku harus ke kantor, apa kau keberatan jika kutinggal sendiri?"

Sakura menghela nafas, memahami Sasuke yang memang sulit untuk terbuka. Kemudian gadis itu tersenyum, "Tidak apa-apa, pergilah."

Sasuke berdiri, ia mengecup kening Sakura sejenak kemudian beranjak pergi meninggalkan gadis itu.

"Sampai nanti."

Sakura mengangguk, "Sampai nanti."

🌸🌸🌸

The Missing PieceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang