26. Yes, I do

502 63 3
                                        

Butuh waktu bagi Sakura untuk mencerna situasi yang serba tidak terduga ini. Sejak awal, kedatangan Sasuke saja sudah benar-benar membuatnya terkejut. Dan kini, di tempat seindah ini, dengan tiba-tiba pula, Sasuke melamarnya begitu saja.

"Menikah? Dengan Sasuke-kun?" Gumam Sakura.

"Aku sudah menyampaikan tujuanku ini pada orang tuamu. Dan mereka sangat menyetujuinya, sekarang tinggal bagaimana keputusanmu." Ucap Sasuke, menyatakan lamaran seakan ia sedang melakukan negosiasi perdagangan.

Sakura mulai kehilangan kendali, kedua tangannya yang berada di atas lututnya tidak bisa terhindar dari gemetar. Perasaan panik yang tiba-tiba muncul itu dan paling Sakura khawatirkan. Jantungnya pun mulai berdebar kencang tak terkendali.

Sasuke memperhatikan gelagat Sakura yang mulai pucat, gadis itu duduk tegak dengan wajah tegang seperti seorang prajurit yang sedang menghadap komandan. Menyadari ekspresi itu, Sasuke langsung berdiri dari tempatnya dan melangkah, ia mengambil tempat tepat di belakang Sakura yang masih duduk terdiam. Memeluknya dengan renggang sambil menggenggam kedua tangannya dengan lembut.

"Tarik nafas.." Tuntun Sasuke yang berbisik di telinga Sakura.

Sakura mengikuti arahan Sasuke dengan baik, beberapa kali mengulang hal itu hingga akhirnya kondisinya mulai stabil. Kepanikan tak lazim itu kini mulai tergantikan dengan kehangatan yang menjalar di sekujur tubuh Sakura.

Fuuuuh

Sakura menghembuskan nafas dengan perlahan, "Terima kasih Sasuke-kun.."

"Kau masih sering seperti ini? Apa kau minum obat lagi?" Tanya Sasuke.

"Tidak." Sakura menggeleng, "Sudah sejak lama aku tidak kambuh begini, entah kenapa tiba-tiba saja.."

Sasuke pun terkekeh, "Kenapa? Apa menikah denganku begitu menakutkan?"

"Tidak! Tentu saja tidak begitu!" Jawab Sakura.

"Lalu apa yang kau cemaskan?"

"Entahlah, aku hanya tidak menyangka saja hari ini akan tiba." Sakura berkata jujur.

Sasuke berpindah ke depan, dan kini pria itu berlutut di samping meja. Meraih tangan Sakura dan mengulang proposalnya.

"Menikahlah denganku, Haruno Sakura.."

Wajah Sakura merona merah dan diiringi dengan senyuman yang menawan yang membuat Sasuke terpana ketika ia memberikan jawaban.

"Ya, aku mau."

Sasuke langsung memasangkan cincin berlian itu di jari manis Sakura, momen indah malam itu terasa begitu abadi. Sasuke kini berdiri, ia menarik tangan Sakura dan membawanya ke tepi danau. Jembatan kayu menjadi saksi peresmian pertunangan mereka berdua, keduanya kini saling melempar canda tawa sambil menyaksikan barisan bebek air yang lalu lalang.

"Indah sekali disini."

Sasuke tersenyum puas melihat gadisnya terpesona dengan pemandangan sekitar. Tempat yang direkomendasikan Itachi ternyata tidak buruk juga.

Sakura kemudian menyadari sesuatu, ia menoleh dan menatap Sasuke dengan ekspresi penasaran. "Sasuke-kun, apa kita akan kembali LDR setelah menikah?"

"Kau mau bagaimana?" Tanya Sasuke.

Sakura kembali mengalihkan pandangannya ke danau, "Kalau soal itu, terserah Sasuke-kun saja."

"Benarkah? Bagaimana kalau aku memintamu ikut denganku ke Amerika? Apa kau sanggup meninggalkan tugasmu disini?"

Sakura mendadak murung, "Em, sebenarnya, aku baru saja berniat mendirikan sebuah klinik kesehatan mental untuk anak-anak di Konoha."

The Missing PieceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang