Bagi Sakura masa lalu memang tak mudah dilupakan, kenyataan bahwa Sasuke adalah idola bagi masa kecilnya tak akan pernah berubah. Namun saat dewasa, segalnya mungkin telah berubah. Banyak hal yang telah terjadi terlebih saat jarak memisahkan keduany...
Hari sabtu, tampaknya akhir pekan memanglah selalu ditunggu-tunggu oleh mereka yang butuh refreshing dari gilanya dunia kerja. Bekerja keras untuk masa depan memanglah wajib dilakukan, terlebih untuk para muda mudi bangsa yang akan menjadi penerus generasi. Tetapi liburan di masa senggang juga diperlukan agar kinerja otak tetap seimbang, hormon-hormon tetap harus keluar dari tubuh agar tidak stres.
Sakura turun dari taksi tepat di depan sebuah bangunan berjudul Root Bar & Resto. Gadis itu tampil anggun mengenakan setelan berwarna putih, celananya panjang melebar ke bawah. Atasannya mengenakan kaos fit body dengan kerah turtle. Ia juga membawa blazer krem yang disampirkan di tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sakura masuk ke dalam bar tersebut, suasana remang menyambut. Diiringi musik jazz yang mengalun merdu, interior bar di desain dengan bermacam-macam pajangan lukisan. Memberikan kesan yang artistik ditambah dengan beberapa hiasan bunga di setiap sudut ruangan. Gadis itu menuju ke lantai dua, ruangan VIP adalah tempat ia akan bertemu teman-teman lamanya.
Seorang gadis berkulit putih dengan rambut pirang yang dikuncir kuda menyambut Sakura, gadis itu memiliki tubuh sintal dan sexy. Ia mengenakan dress ungu muda sebatas paha dengan belahan di bagian sisi kiri.
"Apa kabar? Oh, aku sangat merindukanmu.." Ucap gadis itu seraya berpelukan dengan Sakura.
"Aku juga merindukanmu Ino, kau sendiri? Dimana Tenten?" Tanya Sakura.
Gadis itu, Ino, dia adalah sahabat Sakura. Mereka sudah berteman sejak taman kanak-kanak, Ino tau segala hal tentang Sakira begitu pun sebaliknya.
"Tenten sedang ke Suna, mengunjungi Neji. Mungkin dia tidak betah LDR dengan kakak Hinata itu." Canda Ino.
"Ah, sayang sekali, kupikir dia akan bergabung." Ucap Sakura.
"Dia menitipkan salam untukmu, dan berencana mengajak kita berkumpul setelah ia kembali ke Konoha." Ucap Ino.
Sakura mengangguk, "Baiklah.. " Kemudian ia menatap sekeliling, "Jadi, tempat ini milikmu?"
"Ini milik Sai, baru buka beberapa bulan.." Sahut Ino.
"Bagaimana kabar Sai?"
"Dia akan tiba sebentar lagi, kau tau Sakura? Dia baru saja melamarku kemarin lusa." Ino berkata sambil menahan gejolak bahagia.
Sakura pun tampak antusias. "Benarkah? Dan kau menerimanya?"
"Tentu saja, lihat.. " Ino memamerkan cincin di jari manisnya. "Aku bisa tenggelam di samudra dengan berlian sebesar ini."
Sakura pun terkekeh, "Ide yang buruk untuk berlayar menggunakan cincin itu.. " Dan Ino pun itu tertawa.
Sakura memesan anmitsu dan segelas Ice lemon tea, Ino menawarkan cocktail tapi Sakura menolaknya. Gaya hidup sehat masih ia junjung meskipun kembali ke habitat lama.