Angin laut bertiup kencang saat malam hari ketika Sakura baru saja masuk ke dalam kamarnya. Sasuke memilih ruangan kabin suite yang akan menjadi tempat bulan madu mereka di atas kapal pesiar.
Selain kamar tidur, ruangan itu dilengkapi dengan ruang tamu terpisah dan juga balkon. Bahkan kamar mandinya pun cukup mewah. Sakura menggosok lengannya karena udara dingin, dan Sasuke langsung menghampirinya dan memeluknya dengan manja.
"Dingin?"
Sakura mengangguk di dalam pelukan hangat suaminya.
"Sayang sekali, padahal aku baru saja ingin mengajakmu ke balkon." Bisik Sasuke dengan mesra.
Sakura tersenyum tipis, kepalanya masih bersandar di dada Sasuke. "Aku baru saja dari sana.."
"Kalau begitu ayo kesana lagi." Sasuke menggiring istrinya kembali ke balkon.
"Tapi di luar anginnya cukup dingin Sasuke-kun, kau bisa masuk angin." Jawab Sakura.
Langkah mereka terhenti di ambang pintu balkon, dan sesuai perkataan Sakura angin laut yang dingin malam itu berhembus menerpa kulit mereka.
"Jangan khawatirkan, aku malah merasa begitu panas saat ini.." Tatapan pria itu mulai membuat Sakura siaga level satu.
Sakura pun menelan kering, tatapan suaminya membuatnya teringat akan kenangan malam pertama mereka di hotel kemarin. Momen yang tidak akan pernah Sakura lupakan dalam hidupnya, saat pertama kali ia dan Sasuke akhirnya menyatu dalam keintiman yang penuh dengan gairah cinta.
Hanya saja, sulit mengendalikan suaminya yang begitu buas di ranjang. Meskipun Sakura juga menikmatinya, tetapi pada akhirnya ia tetap merasa kewalahan dengan Sasuke.
Ternyata apa yang pernah dikatakan oleh Konan benar adanya. Sasuke tidak akan berhenti jika ia belum benar-benar puas, dan Sakura yang baru pertama kali melakukan itu pun merasa kelelahan hingga pagi tadi.
Sakura berdiri sambil memandang ke arah lautan lepas, kedua tangannya berpegangan di besi pembatas kapal. Ia tersenyum saat kedua tangan Sasuke melingkar di pinggangnya, memeluknya sambil menciumi lehernya hingga membuat Sakura bergidik.
"Ngh!"
Sasuke menjilat daun telinga Sakura, ia bisa mendengar dan merasakan nafas suaminya yang berderu panas mengalahkan udara sekitar.
Tangan kanan Sakura naik dan mengusap tengkuk Sasuke, mengisyaratkan untuk melakukan lebih pada dirinya.
Sasuke menarik tali gaun tidur Sakura yang tipis hingga melorot ke bawah dan menampakkan tubuh indah sang istri.
"Sasuke-kun, bagaimana jika ada yang melihat?" Tanya Sakura yang tampak cemas.
Sasuke mengecup lembut pipi istrinya, "Jika ada, itu pasti lumba-lumba atau ubur-ubur."
Sakura terkekeh, mulai pasrah dengan serangan suaminya yang semakin aktif. Ia mengerang kecil saat pria itu secara tiba-tiba memutar tubuhnya yang telanjang hingga kini mereka berhadapan.
Sejumlah ciuman kembali mendarat di sekujur permukaan kulit putih yang begitu lembut hingga membuat Sakura mabuk kepayang. Terutama saat salah satu tangan Sasuke memijat payudaranya, lalu menjilat dan menghisapnya dengan perlahan.
"Aaah, Sasuke-kun.."
Sasuke mulai melepas pakaiannya, kini mereka berdua berdiri di balkon kapal dalam keadaan telanjang bulat. Keduanya pun berciuman, udara panas seketika menguap dalam pautan bibir mereka yang diiringi deru nafas yang saling bersahutan.
Dengan hati-hati, Sasuke mengangkat satu kaki Sakura ke atas dan menahannya dengan lengannya. Mempermudah dirinya untuk memasukkan miliknya ke dalam wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Missing Piece
FanfictionBagi Sakura masa lalu memang tak mudah dilupakan, kenyataan bahwa Sasuke adalah idola bagi masa kecilnya tak akan pernah berubah. Namun saat dewasa, segalnya mungkin telah berubah. Banyak hal yang telah terjadi terlebih saat jarak memisahkan keduany...
