28. Take My Hand

533 52 10
                                        

Semua orang di kediaman Haruno sudah sangat sibuk bahkan sejak matahari baru saja terbit. Segala persiapan hampir rampung seiring berjalannya hari, hingga detik demi detik yang terasa menegangkan itu pun berjalan selangkah demi selangkah.

"Nyonya, baru saja pihak keluarga Uchiha mengkonfirmasi penjemputan mempelai pukul satu siang ini." Seorang pelayan memberi info pada Mebuki.

Mebuki mengangguk, penampilannya begitu anggun mengenakan gaun terusan panjang berwarna peach. Pakaiannya disesuaikan dengan ibu Sasuke dan Konan, mereka akan mengenakan pakaian dengan warna senada. Sementara para pria kompak mengenakan setelan jas warna abu-abu muda.

"Ikrar janji suci akan dilangsungkan pukul dua siang, kemudian dilanjutkan dengan acara pesta. Semuanya tidak ada masalah kan?" Tanya Mebuki.

"Tidak ada nyonya, jika sudah selesai persiapan kita bisa langsung menuju lokasi." Jawab pelayan tersebut.

"Pastikan putriku mengisi perutnya, ini sudah masuk waktu makan siang." Tiba-tiba suara Kizashi terdengar saat ia muncul menghampiri istrinya dengan tampilan gagah dan berkharisma.

"Baik tuanku."

Mebuki merapihkan kerah jas suaminya, "Sebaiknya kita menemui Sakura, sudah sejauh mana persiapannya."

Kizashi tampak kecewa, "Apa tidak ada waktu sedikitpun untuk berkomentar soal penampilanku?"

Mebuki terkekeh, "Kau ini sudah tua, jadi tidak perlu ribut lagi soal penampilan."

"Tapi kan ini pernikahan putriku tercinta, bukankah aku harus terlihat tampan?" Protes Kizashi.

"Iya, iya. Kau sudah tampan sayang, bahkan aku yakin ketampananmu hampir mengalahkan mempelai pria." Sahut Mebuki.

"Ahaa, aku tahu kau berbohong." Canda Kizashi, "Dari pada itu, sepertinya kita harus bergegas sekarang. Sebelum ketampananku semakin berkurang."

Mebuki hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya saat ia dan Kizashi mulai berjalan berdampingan menuju kamar Sakura.

Saat tiba disana, terlihat seorang gadis yang berdiri mengenakan gaun pengantin putih dengan model bagian bawah seperti duyung dan dilapisi dengan brukat yang menutupi hingga ke pergelangan tangan.

Saat tiba disana, terlihat seorang gadis yang berdiri mengenakan gaun pengantin putih dengan model bagian bawah seperti duyung dan dilapisi dengan brukat yang menutupi hingga ke pergelangan tangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mebuki dan Kizashi sejenak terpaku, terlebih saat Sakura menoleh dan menatap mereka.

"Ayah, ibu.."

Mebuki menghampiri putrinya, menangkap wajah ayu anak gadisnya yang begitu menawan dalam riasan wajah yang natural dan anggun.

"Anak ibu sangat cantik, Sasuke pasti akan senang melihatmu nanti." Mebuki memuji dengan lembut, suaranya bergetar seakan ingin menangis.

"Sasuke memastikan acara pesta akan berakhir pukul tujuh malam, ia bersikeras tidak ingin kau terlalu lelah karena acara ini." Ujar Kizashi sambil ikut menghampiri putrinya, "Kau punya calon suami yang begitu perhatian sayang, ayah bersyukur.."

The Missing PieceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang