Waktu sudah beranjak sore di Konoha, Sakura sudah berbaring di kamar rawatnya yang berhiaskan interior mewah dan elegan. Bermalam disana mungkin rasanya hampir sama seperti menginap di hotel bintang lima, namun sudah pasti hal seperti itu bukanlah mustahil bagi Sasuke yang telah meminta pelayanan terbail untuk gadis yang disayangnya itu.
Sakura memperhatikan Sasuke yang duduk di samping tempat tidurnya sambil berkutat dengan laptop. "Sasuke-kun, tidak apa jika kau ingin kembali ke kantor."
"Jangan pikirkan itu, aku tidak akan kemana-mana." Jawab Sasuke.
"Bagaimana dengan Shizuka?" Tanya Sakura.
"Dia pulang saat tadi kau tertidur." Sahut Sasuke, matanya tetap fokus ke layar di depannya.
"Tetapi, apa tidak apa-apa? Maksudku...." Sakura bingung bagaimana melanjutkan ucapannya.
Sasuke pun berdiri sambil menutup laptopnya, ia menghampiri Sakura sambil menarik bangku lalu duduk di dekat gadis itu.
"Tidak usah memikirkan hal yang tidak perlu, kau harus banyak istirahat." Pria itu membelai kepala Sakura dengan lembut.
"Aku bosan, sejak tadi aku hanya berbaring disini." Nada Sakura terdengar manja.
Sasuke mendengus, "Memangnya kau mau apa? Kondisi sedang begini hanya boleh berbaring."
"Apa tidak bisa melakukan sesuatu?" Sakura benar-benar jenuh, kini ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh pasien-pasiennya.
"Jika aku naik ke ranjang, mungkin kita bisa melakukan sesuatu." Ucap Sasuke.
Sakura langsung memukul ringan bahu pria itu, "Kau ini, sejak kapan kau jadi mesum begini eh?"
Sasuke menatap Sakura dengan kedua onyx kelamnya, "Sejak kau membuatku kehilangan akal sehat.."
Sakura pun menelan ludah, tatapan maut Sasuke membuatnya sedikit gugup. "Jangan macam-macam, ini rumah sakit." Ucap Sakura ketus, berusaha menutupi kegugupannya.
Dan Sasuke pun tersenyum tipis, merasa puas karena berhasil menggoda gadisnya. "Tenang saja, sebentar lagi ketenangan kamar ini akan musnah. Naruto sedang dalam perjalanan kesini."
"Kau memberitahunya?" Tanya Sakura.
"Tentu saja, dia kakak sepupumu. Sudah seharusnya dia tau apa yang terjadi."
Sakura pun menghela nafas, "Dia pasti akan membuat kehebohan saat bercerita pada ayah dan ibuku."
"Aku juga sudah menghubungi ayahmu. Dia akan terbang ke Konoha besok pagi bersama ibumu." Ucap Sasuke, tangannya masih setia membelai helaian rambut merah muda favoritnya.
"Benarkah?"
"Aa."
Mendengar hal itu tentunya menggelitik rasa penasaran dalam diri Sakura. "Sasuke-kun, seberapa dekat kau dengan ayahku?"
"Cukup dekat." Hanya itu jawaban Sasuke.
"Benarkah? Aku bahkan tidak tau.." Sahut Sakura.
"Memangnya kenapa?" Tanya Sasuke.
Sakura menggeleng, "Aku hanya ingin tau saja."
"Hanya itu? Atau kau sudah tidak sabar ingin dilamar?" Canda Sasuke.
Tepukkan manja pun mendarat di bahu kanan Sasuke, seiring wajah Sakura yang memadam lantaran ucapan gombal pria itu.
"Berhenti main-main!" Omel Sakura. Gadis itu tampaknya merajuk dengan wajah cemberutnya yang manja.
Sasuke tersenyum tipis, "Wajahmu merah, apa kau terkena demam?"
"Sasuke-kun!!" Belum puas pria itu menggoda hingga Sakura memekik.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Missing Piece
FanficBagi Sakura masa lalu memang tak mudah dilupakan, kenyataan bahwa Sasuke adalah idola bagi masa kecilnya tak akan pernah berubah. Namun saat dewasa, segalnya mungkin telah berubah. Banyak hal yang telah terjadi terlebih saat jarak memisahkan keduany...
