Pernah dengar lagu Tulus yang liriknya begin, "Tak akan ku mengenal cinta, bila bukan karena satu jurusan"?
Yaa... mungkin itu bisa menjadi soundtrack untuk kisah-kasih di Moderasi ini. Benar, nggak? Kalau dikilas-balikkan, hampir beberapa orang menjatuhkan hati mereka ke teman jurusan, bukan? Ada yang jatuh suka dengan kakak tingkat, ada yang terjebak friendzone dengan teman satu angkatan, ada juga yang terjebak HTS dengan adik tingkatnya, dan mungkin ini nih yang sedang menjadi pembicaraan hangat di kalangan angkatan 23. Kisah-kasih dari sosok kakak komdis galak dengan mahasiswa baru yang menjadi bualannya sewaktu PKKMB kemarin. Oh, iya, mau mengintip sedikit bagaimana kedekatan mereka? Let's check it out...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu itu Athaya memang sedang menunggu sahabat karibnya sendirian di kantin belakang. Ntah mengapa, ia sendiri bahkan nggak pernah sekalipun membayangkan kalau plot hidupnya ini akan menjadi seperti kisah rom-com di FTV bertemakan campus life yang sering ia tonton saat kecil dulu. Ia benar-benar tidak tahu sama sekali maksud dan tujuan dari kakak tingkatnya hingga saat ini. Berawal dari menjadi bualan komdis sewaktu PKKMB, kemudian berlanjut mejadi lebih dekat dengan "kak devan komdis" kalau di display name kontak WhatsApp-nya sih itu ya namanya. Ia benar-benar berpikir bahwa campus life-nya ini mungkin akan sedikit lebih berwarna ketimbang masa sekolahnya. Yang jelas, mau bagaimanapun, perlakuan Devan kepadanya ini sudah menimbulkan butterfly effect bagi dirinya sekarang.
Pernah juga sewaktu ia kepergok nge-vape di area lapangan kampus mereka, Devan saat itu tiba-tiba mendekat dan duduk di sampingnya. Ia langsung menodongkan tangannya ke arah Athaya. Athaya lantas langsung memberikan vape-nya ke Devan dengan raut wajah bingungnya itu.
"Bagi liquid-nya aja, Dek."
"Hah? Oh... okay, aku pikir mau disita, Kak," jwabnya sedikit kikuk.
"Hahah kok pikir masih PKKMB to?" ucap Devan sedikit tertawa.
Demi apa pun saat itu Athaya sempat terpaku sejenak. Bagaimana mungkin sosok komdis yang selama PKKMB kemarin ditakuti oleh banyak maba mempunyai tawa semanis ini. Kalau boleh request, Athaya ingin menghentikan waktu saat itu juga hanya untuk melihat senyum manis Devan yang membuat matanya menyipit seperti bulan sabit itu.
"Manis, strawberry, ya?"
"Hah? Apanya? Oh... iya strawberry ini kak, hehe..."
"Kurangin nge-vape nya, Dek. Nggak baik buat kesehatanmu."
"Oh ya, makasih ini liquidnya, aku balek dulu, jangan kelamaan di sini juga, bahaya kalo nanti kesambet," ucap Devan sebelum ia beranjak dari sisinya itu.
Yaa, kurang lebih seperti itu bagaimana gejolak asmara timbul di hati si adik gemasnya Devan ini. Hubungan mereka memang semakin hari semakin dekat, bukan hanya sebatas teman chat, terkadang mereka keluar bersama hanya untuk mengunjungi Coffee Shop di kota ini. Sekadar berbasa-basi, hingga berbagi kisah dari keduanya. Devan dengan kisah cintanya yang cukup menyedihkan itu, ataupun Athaya dengan kisah hidupnya yang sangat di luar dugaan. Yang jelas mereka benar-benar menjadi teman cerita satu sama lain untuk sekarang ini.