26

426 23 5
                                        

🐻
..

Sudah 3 hari berlalu semenjak key demam. Demamnya masih dan terus rewel nggamau makan minum susu bahkan selalu dimuntahin. Dan selama itu juga stella ngga bisa dihubungi sama sekali membuat echa tambah bingung. Kenapa disaat situasi seperti ini tantenya malah tak bisa dihubungi. Key sudah diperiksa jevano dan kata jevano ini demam biasa udah diberi penurun panas pun masih suka naik tiba tiba.

Puncaknya malam ini key step/kejang tiba tiba sesudah minum susu mau bobok. Echa dan maraka panik. Demamnya tambah tinggi. Maraka berlari menuju kamar jevano.

"Jev.... Jevanoooo... " Pintu kamar jevano terkunci alhasil maraka memanggil manggil sang adik sambil mengetuk pintunya. Tidak lama jevano keluar.

"Ada apaaa?" Tanya jevano tak kalah panik melihat sang abang mukanya panik bukan main.

"Ayok kekamar key step habis minum susu" Tanpa babibu mereka menghampiri key dan jevano menyempatkan mengambil peralatan serta obat.

Sesampainya dikamar maraka jevano langsung memeriksa key dan melakukan prosedur untuk mengatasi step pada bayi.

Echa sudah menangis melihat key yang sudah tidak berdaya. Nafasnya sedikit tercekat dan bibirnya pucat namun badannya masih panas.

"Kalau ditanganin dari rumah seperti ini terus kakak ngga mau ambil resiko bang jadi ayok Kita bawa kerumah sakit sekarang bang" Maraka langsung mengambil key dan diikuti jevano dan Echa untuk pergi kerumah sakit.

Saat ditangga mau turun tya jeff dan si kembar keluar dari kamarnya. Sepertinya terganggu dengan keributan yang ada. Siapapun pasti panik kalau melihat kondisi seperti ini.

"Sayangg ada apaa key kenapaa?" Tanya tya memeluk Echa yang sudah berderai air mata.

"T-tadi hikss.. Keyy.. Step bubu hiksss" Jawab Echa mengeratkan pelukan tya.

"Oke okee sekarang Echa tenang dulu yaaa kalau echa nya ngga tenang nanti abang sama kakak bubu ngga bolehin bawa key ke rs" Agak jahat emang tapi Echa kalau tidak begitu pannic attacknya kambuh.

"Ayoo dikeluarin dulu nangis dulu disini mumpung ada bubu sayang" Setelahnya Echa bener bener nangis kenceng dipelukan tya. Sedangkan maraka dan jevano sudah dari tadi membawa key ke RS. Itu perintah jeff jadi nanti Echa bakal nyusul sama tya dan jeff.

"Nggapapa nangis aja sesuka Echa selagi sama bubu. Bubu tau Echa dari kemarin nahan ini semua kan" Setelah Echa agak tenang tya melepaskan pelukannya dan menatap Echa.

"Adekk, Echa bisa dengerin bubu?" Setelah tya mendapatkan fokus Echa tya melanjutkan omongannya.

"Echa sayang key kan? Tadi abang sama kakak udah bawa key ke RS kok. Key bakal ditanganin lebih lanjut disana. Bubu tau banyak sekali pikiran Echa yang ditumpuk. Perihal tante stella yang ngga bisa dihubungi sama sekali semenjak key sakit betul kan?Echa dengerin bubu, key dititipin sama kita yang artinya tanggung jawab key sepenuhnya ada pada kita. Bukannya bubu jahat tapi kita pikirin kesembuhan key dulu meskipun tanpa persetujuan dari orang tuanya orang buktinya ngga bisa dihubungi bukan? Jadi kita fokus ke key dulu yaa kita rawat key bareng bareng. Bubu ngga akan biarin siapapun kalau nanti ada yang ngga Terima key ini itu dibawa RS tanpa persetujuan orangtuanya dan nyalahin Echa dan abang. Ngga akan biarin anak bubu ini disalahin sama orang lain ngga akan sayang" Echa mengangguk

Sumpah dari kemarin Echa cuma mikirin stella yang ngga bisa dihubungi sedangkan key disini sakit dan Echa sama maraka bener bener nunggu persetujuan dari stella buat bawa key ke RS dan hingga akhirnya maraka nekat bawa key ke RS. Key udah mereka anggap anak sendiri. Siapa sih yang tega biarin anak kecil yang dititipin keauntynya oleh orangtuanya jatuh sakit tapi biarin begitu aja ngga ada kan.

SEMUA BELUM USAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang