🐻
..
Chitta membawa baby dino alias dassel ke kamar echa karena kata maraka echa masih ada dikamar dan bener aja yang maraka bilang saat chitta masuk echa masih rebahan dengan selimut menutupi tubuhnya.
"Adek" Panggil chitta membuat echa duduk pelan bersandarkan headboard kasur.
"Haloo asselnya onty, sama siapa kesininya mae?" Tanya echa.
"Mae jemput tadi sama daddy kamu" Chitta menyerahkan asel ke pangkuan ontynya.
"Ibu sama ayahnya ngga ikut?"
"Nanti nyusul katanya tapi ngga tau dehh. Btw, kamu masih lemes dek?" Tanya chitta menyentuh kening echa namun ngga panas.
"Lemesnya masih mae tapi udah nggapapa kok" Jawab echa.
"Ngga mau kedokter aja? Biar tau penyebab kamu begini tuh apa dek"
"Nggak ah takut dokternya ngomong aneh aneh" Echa sebenernya takut, takut ekspetasi dia ketinggian makanya kalo disuruh kedokter echa jawab nggamau.
"Yeuuu ngga gitu juga kali dek. Tapi kalo udah ngga kuat bilang yaa. Mae kebawah dulu titip cucunya oma sebentar" Echa mengangguk.
Tidak lama setelah chitta keluar, maraka masuk membawa piring yang berisi buah buahan buat echa.
"Mau makan buah dek?" Tanya maraka yang dijawab gelengan pelan oleh echa. Maraka meletakkan piringnya dinakas samping ranjang echa.
"Asselll" Maraka manggil dassel tapi echa yang nengok bingung.
"Nggapapa sayang, mas manggil dassel loh bukan adek" Maraka juga bingung soalnya echa kaya butuh penjelasan.
"Ihh abang si buat namanya mirip sama adek makanya jadi bingung gini" Oh iya ya kalo dipikir pikir namanya mirip😭.
"Coba nanti tanyain ke abangnya kenapa buat namanya mirip sama adeknya" Saran maraka.
"Ah nggamau nanti ngaco plus ngelak kalo dibilang mirip. Dah apal dehh" Maraka terkekeh mendengar jawaban istrinya.
"Asel, ontynya dibujuk suruh kedokter gih. Bilangin nanti boleh minta apa aja deh yang penting mau kedokter dulu" Yeeeuu si bayi mana ngerti uncle nya ngomong apa. Selama maraka ngomong ekspresi dassel cuma gini '😦'.
"Adek nggapapa mas, ngga usah kedokter besok aja udah sembuh lemesnya" Bukan asel yang jawab tapi azel wkwk.
"Mas khawatir sayang. Apakah ada yang ganggu pikiran adek? Bilang sama mas kalo ada yang mau adek ceritain yaa" Echa hanya mengangguk dan senyum kearah maraka membuat perasaan maraka tambah ngga karuan. Ngga biasanya echa seperti ini.
"Mas" Panggil echa membuat maraka terbbebas dari lamunannya.
"Mas marah?" tanya echa soalnya maraka diem aja dari tadi kana echa takut.
Maraka memandang wajah sedikit pucat echa serta matanya yang berkaca kaca. Istrinya lagi kenapa si ini.
"Engga sayang. Mas ngga marah loh" Maraka mengelus pelan tangan echa.
"Kenapa nangis hm? Mas ngga marah kok dek" Tiba tiba aja air mata echa langsung jatuh mengenai punggung tangan maraka.
"Sayang.. "
"Adekk.. "
"Azell.. "
Echa masih sibuk terisak sambil menggenggam erat tangan maraka. Assel yang disebelah echa hanya diam memperhatikan ontynya yang nangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMUA BELUM USAI
RandomHanya sebuah cerita ringan tentang keseharian keluarga bapak jeffreyyan Arsha Djung, Jordy Alexander Wijaya, Yudha Arga Narendra, dan Taraka Maheswara. Cerita ini berawal dari aku yang baca cerita tentang jaeyong dll ngga ada yang sepemikiran sama a...
