Hanya sebuah cerita ringan tentang keseharian keluarga bapak jeffreyyan Arsha Djung, Jordy Alexander Wijaya, Yudha Arga Narendra, dan Taraka Maheswara.
Cerita ini berawal dari aku yang baca cerita tentang jaeyong dll ngga ada yang sepemikiran sama a...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Notif bubble chat stella buat echa seneng sekaligus sedih. Besok stella bakal jemput key artinya ini hari terakhir echa main sepuasnya sama key.
Key masih tertidur pulas disebelah maraka. Ini masih subuh echa udah galau aja.
"Mass, bangun " Echa membangunkan maraka buat jamaah subuh. Echa menepuk pelan pipi maraka namun tidak ada sahutan apapun.
"Mas, bangun dong udah subuh tauu sayangg" Setelah sedikit drama membangunkan maraka akhirnya maraka bangun dan Melaksanakan sholat jamaah bareng istrinya itu.
Seperti yang sudah sudah sehabis melaksanakan jamaah bareng echa bakal cium punggung tangan maraka dan maraka cium kening echa.
Mumpung key belum bangun echa mau manja manja dulu sama suaminya soalnya kalau key liat pasti langsung nangis. Echa memeluk maraka erat. Niatnya mau bilang soal chat tantenya ke maraka.
"Sayang, kenapa? Ada yang dipikirin?" Maraka mengusap kepala echa yang masih terbalut dengan mukena.
"Tante udah ada kabar mas, katanya mau jemput key besok" Jawab echa mengeratkan pelukannya.
"Alhamdulillah kalau udah ada kabar mas lega dengernya" Maraka mengecup pelipis echa pelan maraka tau istrinya itu pasti enggan untuk melepas key.
"Adek sedih key bakalan pulang" Nah kan betul apa yang maraka pikirin.
"Sayang, kita bisa main lagi sama key nanti. Key kan ada orangtuanya dek. Bagaimanapun tante stella orangtuanya key. Jangan sedih yaaa nanti key ikut sedih kalau liat mommynya sedih sayang" Maraka mengusap punggung echa yang bergetar.
Istrinya ini sensitif sekali. Maraka paham kok apa yang dirasain echa.
"Nangis dulu yang banyak tapi nanti kalau key dijemput jangan nangis lagi yaa" Echa mengangguk disela tangisannya. Sepertinya hampir sebulan key hidup bareng sama echa sama maraka dan rasanya sudah terbiasa namun apalah daya echa ngga bisa buat apa apa selain lepasin key.
Maraka mengusap pelan lelehan air mata echa yang berada dipipi echa. Echa rasanya lega sekali setelah menangis sedikit lama.
"Adek mau mandi dulu yah mas temenin key dulu" Pamit echa beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi.
Maraka membaringkan tubuhnya disamping key yang masih nyenyak. Maraka seka keringat kecil yang ada di pelipis key. Padahal acnya udah maraka naikin kok key masih keringetan aja.
"Baby, key besok bakal dijemput sama maminya. Daddy minta tolong yaaa sama baby jangan buat mommy sedih. Key ndak boleh nangis yaa kalau dijemput mami. Nanti daddy sama mommy bakal sering sering nengokin key kok" Monolog maraka mentap key. Semoga key ngerti apa yang maraka ucapin meskipun key masih tertidur.