20

586 29 2
                                        

🐻
..

Maraka duduk tenang beralaskan karpet berhadapan dengan ayah dari kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Jantungnya rasanya kaya mau keluar bahkan tangannya sampai berkeringat. Tenang bukan berarti tidak gugup.

Di sampingnya ada jeffreyan selaku wali dari maraka dan ada penghulu serta saksi saksi.

Ada sedikit banyak kerabat dari maraka dan echa. Dibalik bilik berbeda namun ditempat yang sama keadaannya 11 12 sama tegangnya.

Echa duduk disamping ibunya serta dikelilingi oleh sahabatnya dan bryna yang mmegang tangan dingin echa.

Tya ada ditempat maraka dengan sekotak tisu yang saga siapkan untuk ibunya soalnya dari awal berangkat ibunya sudah menangis.

"Bisa dimulai?" Tanya Penghulu yang dijawab anggukan oleh jo.

"Sudah pak monggo dimulai" Jawab jeff mempersilahkan penghulu untuk memulai acaranya.

Jordy menghela nafas pelan. Sudah saatnya dia hari ini akan melepaskan anak bungsunya putri kecilnya baby bearnya.

Setelah melewati berbagai rangkaian dipimpin oleh sang penghulu kini saatnya jordy menjabat dingin maraka.

"Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda devandra maraka djung dengan putri saya Haezel chantika Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat uang sebesar 100 juta won dan 1 unit rumah dibayar tunai" Ucap jordy tegas membuat orang disekitar merinding.

"Saya Terima nikahnya dan kawinnya Haezel chantika wijaya binti bapak jordy alexander Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Jawab maraka lantang dengan satu tarikan nafas bahkan nafas maraka terdengar menggebu setelah mengucapkan akad nikah tersebut.

"Bagaimana para saksi sah?" Tanya penghulu.

"Sahhh!" Jawab para hadirin dan dengan semangat saga mengucapkan sah paling keras sedangkan bubunya sedang menangis tersedu sedu.

"Alhamdulillah Hirobbil alamin... " Dilanjutkan dengan doa setelah akad yang dipimpin oleh bapak penghulu.

Dada maraka rasanya membuncah bahagia sekali melihat sang istri ceilah dah istri aja wkwk sedang berjalan dihadapannya dengan digandeng oleh sang ibu dan ibu mertuanya. Hingga tanpa sadar meneteskan air mata harunya. Waah maraka tidak menyangka bisa sampai ke jenjang ini.

Jevano di sampingnya menepuk pundak maraka dengan senyumnya yang sangat indah.

Setelah echa tiba dihadapan maraka, echa mengambil tangan maraka kemudian menyalimi tangan lembut tersebut sedikit lama kemudian maraka mengecup kening echa. Anjir gur baper tolongggg.

Rindu mereka terobati sekarang setelah satu minggu terkhir tidak bertemu. Maraka menatap echa tanpa henti sedangkan echa hanya menunduk malu setelah diperhatikan maraka sebegitu intensnya. Pipinya bersemu merah.

"Udah woyy foto sama buku nikahnya duluu elahhh" Ucap jevano mengalihkan perhatian kedua insan yang sedang melepas rindu tersebut.

"MasyaAllah cantik sekali istrinya mas" Ucap maraka pelan namun masih terdengar oleh echa membuat wajah cantiknya kembali memerah seperti tomat.

Echa dan maraka mengabadikan momen sekali seumur hidup mereka dengan sangat indah dikelilingi keluarga lengkapnya bahkan sampai sahabat sahabatnya juga menyaksikan sendiri.

SEMUA BELUM USAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang