🐻
..
Setelah hampir satu tahun menikah, maraka sama Echa memutuskan bulan depan untuk pindah kerumah barunya yang sempat mereka tunda.
Tenang aja meskipun nanti mereka udah pindah mereka bakalan sering main kerumah orang tuanya. Karena cuma beda blok perumahan saja.
Hari ini maraka sama Echa akan membeli barang barang yang masih kurang buat dirumah barunya. Sekalian visit juga kerumah. Sebelum beli beberapa furniture Echa mau ke kafe sebentar.
Udah lama banget Echa ngga ke kafe karena ngga sempet juga mau ke kafe.
Echa juga merindukan para karyawan yang cantik dan gantengnya.
"Pagi gurls, apa kabar?" Sapa Echa membuat para karyawannya kaget.
"Ih ibuuu kangen bangetttt" satu persatu para karyawan memeluk Echa. Karyawannya udah rasa BESTie guys.
"Maafin yaa baru sempet kesini sekarang"
"Nggapapa, aman kok pak Dery juga kemarin sempet kesini" jawab salah satu karyawan Echa.
"Ini ada sedikit oleh oleh buat kalian nanti ambil satu satu yaa" cha menunjuk bingkisan kecil yang sudah ditaruh dimeja dekat kasir.
"Ibu mau minum dulu?"
"Nggausah nggapapa. Sebentaran aja kok soalnya masih ada beberapa cabang yang belum dicek"
Tujuan utama Echa hari ini makanya visit ke kafe karena dia mau bagi bagi sedikit bingkisan buat para karyawannya sebelum beli furniture dan lain lain.
"Yaudah ibu pergi dulu yaa byee kalian sehat sehat yaa" sejak pertama kali Echa merekrut karyawan emang Echa tegasin buat manggilnya ibu. Bukannya sok bossy atau gimana gimana karena sebagai batasan aja antara owner dan karyawan.
Karena gue ngerasain kerja tapi kaya ngga ada batasan sama bosnya jadi agak gimana gituuu
"Makasih ibuu Echa sama pak maraka kalian juga sehat selalu yaa"
Maraka dan Echa kembali ke mobil.
"Adek seneng banget bisa mampir sebentar ke kafe" ucap Echa setelah memasang seatbealtnya.
Maraka yang melihat Echa bahagia juga ikut bahagia liatnya. Maraka mengusap rambut halus Echa pelan.
"Kalau capek bilang ya dek, biar selanjutnya mas yang turun. Adek nggausah turun nggapapa" saran maraka.
"Iya mas siapp"
Dan lanjut ke kafe kafe lainnya cuma maraka yang turun karena Echa capek mau naik turun tapi dia tetap menyapa sang karyawan dari dalam mobil.
Kemudian mereka pergi ke pusat perbelanjaan furniture rumah.
Yang masih kurang cuma perintilan biar segala ruangannya terlihat aesthetic.
"Mas bagus pink atau beige?" Tanya Echa yang sedang memilih lampu tidur lucu.
"Pink bagus dek warnanya" jawab maraka setelah mencocokkan dengan tema warna ruangannya.
"Okee ambil 2 satu buat dikamar satu buat di studio adek" dirumah barunya Echa punya ruangan sendiri kaya sejenis studio mini buat Echa buat konten endorsment dan lain lainnya.
Rumah mereka terbilang besar sih bahkan lebih besar dari rumah kedua orangtua mereka.
Echa galau banget bingung mau memilih jam dinding. Meskipun itu sepele tapi penting tau. Soalnya ada 2 pilihan yang menurut dia bagus semua.
"Kalau bingung ambil 2 2nya aja sayang. Nanti yang satu simpan diruang baby aja" saran maraka daripada kepikiran sampe rumah mana limited edition lagi.
"Eh emang nggapapa mas?" Kan setahunya Echa ngga boleh membeli barang barang perlengkapan baby sebelum 7 bulan. Pamali katanya tapi kan jam dinding bukan ygy.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMUA BELUM USAI
RastgeleHanya sebuah cerita ringan tentang keseharian keluarga bapak jeffreyyan Arsha Djung, Jordy Alexander Wijaya, Yudha Arga Narendra, dan Taraka Maheswara. Cerita ini berawal dari aku yang baca cerita tentang jaeyong dll ngga ada yang sepemikiran sama a...
