41

282 22 4
                                        

🐻
..

Maraka memandang Echa yang sedang menyiapkan bekal untuk maraka dimeja makan. Saga sama bryna udah mendengus melihat pemandangan pagi ini. Maraka semenjak menikah jadi sering mengumbar kemesraan wkwk. Padahal kan nggapapa bucin sama istrinya hehe.

"Kakak belum pulang yah?" Tanya Tya yang baru datang bersama jeff.

"Belum Bu. Adek chat ngga dijawab" jawab bryna yang masih mengecek pesan kejevano.

"Bubu pusing banget rasanya semalem ngga bisa tidur"

"Jevano nggapapa kok Bu jangan dipikirin terus yaa" Echa menyiapkan makanan buat Tya. Tadi pagi juga yang nyiapin makanan Echa dibantu sama bryna.

Setelah selesai sarapan semuanya Echa membereskan dapur sebelum mengantarkan maraka sampe kedepan pintu rumah. Rutinitas bunda..

Jevano sama jeovanna udah sampe didepan kediaman Djung dari tadi namun belum sempat masuk maraka dan Echa keluar dari rumah barulah mereka melihat keduanya masih dimobil. Jangan tanyakan keadaan mereka pastinya dua duanya berantakan meskipun mereka berdua sudah bersih bersih mandi ganti baju dan lain lain.

Echa langsung menghampiri jeovanna dan memeluk sahabatnya erat. Jujur Echa ngga pernah melihat jeovanna sehancur ini. Nana hanya tersenyum tipis dipelukan sahabatnya.

Jevano? Nunggu Nana berpelukan sama Echa sampe selesai kemudian membawa Nana masuk kerumah.

"Maaf mas ngga bisa bantu jevano buat ngomong sama papi dek. Kabari mas kalo ada apa apa yaa soalnya mas ada meeting pagi ini. Kasian Luke kalo sendirian" pamit maraka mencium puncak kepala Echa pelan.

"Iya nggapapa nanti adek kabari kok. Mas yang semangat kerjanya" Echa menyalimi punggung tangan maraka.

"Siap sayang baik baik yaa dirumah" setelah maraka tidak lagi kelihatan Echa memutuskan untuk masuk.

Baru masuk udah disuguhi pemandangan Tya yang memeluk jeovanna yang menangis.

"Nggapapa sayang. Jangan nangis lagi yaaa masa cantiknya bubu satu ini nangis terus sih. Nanti cantiknya hilang loh" ucap Tya mengusap usap punggung jeovanna.

Jevano sedang menceritakan semuanya ke papinya tanpa mengurangi dan menambahi cerita yang ada. Jeff juga udah chat Yudha namun Yudha belum membalas chatnya.

Jeff menghela nafas pelan. Pasti anaknya sangat terpukul menghadapi situasi seperti ini. Meskipun kadang keduanya seperti menunda Nunda untuk menikah tapi cinta keduanya sama sama utuh.

"Kita tunggu ayah kamu pulang ya na. Nanti kita bahas ini lagi. Sekarang istirahat gih sama Echa. Jangan nangis terus. Om pastiin ngga akan terjadi sesuatu kedepannya" ucap Jeff membuat Nana mengangguk.

Echa membawa Nana ke kamarnya dan maraka.

"Semalem ngga berhenti nangis yaa?sampe mata Lo mau hilang tau Naa"

"Gimana ngga nangis orang jenonya aja ikut nangis caa. Gue ngga tega liat Vano kaya gituu" Echa paham kok Echa kan cuma mau menghibur sahabatnya.

"Mungkin kalo Vano ngeiyain ajakan gue semalem anak kita cuma beda beberapa bulan aja caa" ucapan Nana membuat Echa memebelakkan matanya kaget.

SEMUA BELUM USAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang