🐻
..
Hari ini bryna ada jadwal kuliah pagi sedangkan saga ada jadwal nanti siang. Dengan segala bujuk rayu bryna akhirnya pagi ini bryna dijemput sama Tama. Sebenarnya kalau bryna mau diantar pun saga bisa banget cuma akal akalanya bryna aja biar bisa jalan sama htsannya.
Jevano juga udah kasih izin berkat Nana yang bujuk. Kalau ngga ada Nana mana mungkin bryna dibolehin.
"Adek berangkat dulu ya Bu, tamanya sudah ada didepan" pamit bryna menyalimi punggung tangan Tya.
"Loh kok ngga kasih masuk dulu sih dek?"
"Udah mepet Bu waktunya bye bye" Tya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadisnya. Meskipun begitu Tya tetap mengantarkan bryna sampai depan pintu gerbang rumahnya.
"Tama, Tante titip bryna yaa nanti pulangnya sekalian minta tolong anterin kerumah mbaknya"
"Siap tantee" jawab Tama yang sudah selesai membukakan pintu untuk bryna.
Setelah keduanya berpamitan, sekarang mereka menuju kampus.
"Tadi kok saga ngga kelihatan by?" Tanya Tama melirik bryna yang sibuk dengan ponselnya.
"Masih tidur, soalnya kelas siang" jawaban bryna membuat Tama mengangguk paham.
Selama perjalanan menuju kampus, bryna tidak henti hentinya mengajak Tama berbicara. Anak seyapping itu jadi ngga bisa diem meskipun cuma sebentar mana tahan.
Setelah sampai dikampus keduanya berjalan beriringan bahkan lengan Tama sudah bryna gandeng. Sudah tidak heran melihat keduanya seperti itu bahkan mereka kira bryna dan Tama itu sudah pacaran.
"By" panggil Tama membuat bryna sedikit mendongak untuk melihat Tama. Keduanya berhenti.
"Dah sampai depan kelas. Sana gih langsung masuk nanti aku jemput pulangnya" Tama merapikan rambut bryna yang sedikit berantakan membuat rona merah dipipi bryna muncul.
"Eh iyaa aku masuk dulu yaa bye Tama" bryna reflek melepaskan tangannya dari lengan Tama.
Setelah bryna masuk ke kelas, tama berjalan menuju kelasnya.
Tama sadar seharusnya Tama bisa kasih bryna sedikit batasan ke dirinya namun disatu sisi Tama nyaman dengan keberadaan bryna disampingnya.
Ingin sekali rasanya Tama mengungkapkan isi hatinya tapi Tama terlalu takut dengan jawaban bryna dan takut akan bryna yang menjauh setelah Tama ngungkapin isi hatinya.
Untuk sekarang Tama lebih lega seperti ini. Berangkat kekampus cuma berdua aja Tama sudah bersyukur sekali.
Tama menghela nafas pelan meyakinkan dirinya untuk sabar. Tama percaya nanti akan ada waktunya.
Setelah kelas keduanya selesai Tama benar benar menjemput bryna.
"Beli ice cream dulu mau?" Tanya Tama membuat kedua mata bulat bryna berbinar sangat indah. Kepalanya mengangguk angguk heboh membuat Tama tidak tahan untuk mencubit pipinya.
Setelah sampai dikedai ice cream bryna memesan 2 coups ice cream rasa coklat. Ada obses tersendiri bryna dengan coklat alias coklatholic.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMUA BELUM USAI
RandomHanya sebuah cerita ringan tentang keseharian keluarga bapak jeffreyyan Arsha Djung, Jordy Alexander Wijaya, Yudha Arga Narendra, dan Taraka Maheswara. Cerita ini berawal dari aku yang baca cerita tentang jaeyong dll ngga ada yang sepemikiran sama a...
