49

248 21 0
                                        

🐻
..

Setelah segala drama gagal pindahan ngga jadi jadi. Akhirnya hari ini Echa dan maraka resmi pindah kerumah baru yeyyyy.

Sebagai ucapan rasa syukur mereka mengundang para warga komplek untuk datang kerumah mereka.

Mereka sudah berkumpul ada yang didapur diruang keluarga taman belakang yaa pokoknya senyamannya mereka aja mau dimana.

Saga sedang bermain dengan dassel. Pertumbuhan bayi emang cepat yaa kayaknya baru kemarin dassel lahir sekarang anaknya sudah mulai aktif merangkak kesana kemari.

"Ehh dassel jangan kesituu. Nanti kepala kamu kepentok uncle yang repot" ucap saga sambil mencoba menarik dassel dari kolong meja.

"Anaknya ayah Dery ada ada aja deh kelakuannya heran. Titip sebentar yaa mbak xa panggilan ayahnya dulu" heran Xaviera melihat saga yang sudah berhasil membawa dassel keluar.

"Tenang mbak nggapapa kok lagian dasselnya juga anteng" mendengar jawaban saga Xaviera kembali ke dapur.

Saga membawa dassel menuju ketaman belakang disana terlihat para bapak bapak sedang duduk santai dengan segelas air kopinya.

"Loh loh kok nangis cucunya opa?" Ucap Jordy yang melihat dassel hampir menangis digendongan saga. Padahal mah anteng daritadi sama saga kayaknya dia notice ada ayahnya disitu mau gendong pastinya.

Dery reflek berjalan ke arah saga dan mengambil dassel membuat dassel kesenengan bahkan dassel tertawa dengan gigi depannya yang hampir muncul.

"Makasih yaa uncle sagaa" ucap Dery yang diangguki saga.

Sementara didapur para manusia penguasa bumi berkumpul. Yappp ibu ibu pastinya.

Mereka sedang menata kue dan buah buahan dipiring untuk nanti disajikan.

"Adek duduk aja kamu jangan bolak balik aja" chitta mengambilkan kursi untuk Echa duduk. Echa ngga bisa anteng anaknya kalo ngga dipaksa mana mau dia duduk.

"Adek nggapapa loh Mae" sebelum Echa menolak Tya mengucapkan sesuatu yang membuat Echa mau duduk.

"Sayang , duduk yaa kasian babynya pasti capek. Atau bubu panggilan Abang nihh" opsi ke 2 big no buat Echa karena maraka akan ngetreat like a queen pastinya sama Echa. Echa bakalan dilarang ini itu ditanyain mau apa dan sebagainya kan Echa malu apalagi ada keluarga besarnya kalau berdua mah beda cerita ya guys.

"Kayaknya Echa sekarang lebih nurut ke kamu deh ty" celetuk chitta membuat Echa kelabakan sendiri.

"Ish Mae ngga begitu tauuu nanti kalo bubu manggil mas maraka pasti repot" chitta terkekeh mendengar sanggahan Echa dengan bibir yang dipoutin.

"Udah caa ngga usah dengerin cabe Thailand okee" chitta reflek memukul lengan Tya karena ngga terima sama ucapan Tya.

"Tyyaaaa jangan mulai dehh"

"Apasii orang bener juga"

"Awas ya Lo ty"

"Sshhtttt udah dong ributnya anak anak sampe bingung liat kalian bercandaan begitu" siapa lagi yang ngelerai kalau bukan bunda Wina.

SEMUA BELUM USAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang