35

399 28 0
                                        

🐻
..

Pagi pagi sekali maraka dibuat terkejut dengan suara berisik suara orang sedang memuntahkan sesuatu dikamar mandi. Maraka mencari istrinya dan yapp azel yang disampingnya udah ngga adaa. Maraka panik bangun dan menuju kamar mandi.

"Dekk... Azelll" Panggil maraka tapi tidak disauti oleh echa.

Maraka masuk kekamar mandi dan mendapati echa yang sedang berdiri dengan tangan yang menyangga tubuhnya agar tidak terjatuh.

"Heii, adek you okay?" Tanya maraka pelan tangannya sedikit merapikan rambut echa yang berantakan dan lepek karena keringat. Tangan satunya lagi menopang badan echa.

Echa ngga sanggup mau jawab rasa mual dan pusingnya lebih dominan sekarang. Rasanya lemas sekali.

Sebelum tadi maraka bangun, echa sempat kekamar mandi buat buang air dengan kondisi badan yang sudah ngga enak banget. Tapi saat mau keluar kekamar mandi justru echa merasa mual yang bener bener mual. Ngga keluar apa apa padahal cuma cairan bening tapi itu membuat echa lemas hingga akhirnya maraka bangun dan menghampiri echa.

Setelah sedikit mendingan, Echa membasuh mulutnya dengan air bersih. Kini badannya sudah ditopang sama lengan maraka biar ngga jatuh. Echa melihat ke cermin dan lihatlah wajah Echa sangat sangat pucat.

Ngga enak banget rasanya mual mual begini tapi ngga ada yang dikeluarin kecuali cairan bening.

"Adek kuat buat jalan?" Tanya maraka yang diangguki Echa pelan. Maraka menuntun Echa untuk keluar dari kamar mandi dan dibaringkan Echa diranjang.

Maraka mengambil minyak angin barangkali bisa buat meredakan mual dan pusing Echa.

"Maaf ya mas adek jadi bangunin mas" Ucap Echa pelan.

"Nggapapa sayang hmm. Sebentar mas ambilin teh anget kebawah dulu yaa" Echa mengangguk.

Saat maraka kebawah buat ambil teh tidak sengaja bertemu dengan tya yang sudah siap dengan agenda paginya.

"Loh abang, ambil apa?" Tanya tya.

"Mau bikinin teh anget buat azel tadi mual mual terus pusing banget katanya bu" Jawab maraka.

"Bubu aja yang buatin abang keatas dulu tungguin echanya. Bawain air putih dulu nih" Maraka nurut aja deh akhirnya dia kembali kekamar dengan membawa segelas air putih hangat.

"Minum dulu yaa tehnya lagi dibuatin bubu sebentar" Maraka membantu echa untuk duduk bersandarkan head board.

Maraka mengusap usap surai echa guna membuat echa tenang.

"Pusing banget dek?"

"He'em buminya kaya muter gitu makanya mual banget"

"Mau kedokter? Atau mas panggilin jevan?" Pinta maraka namun dijawab gelengan oleh echa.

"Nggamau, nanti pasti suruh minum obat" Echaaa mana ada periksa kedokter ngga dikasih obat.

Tidak lama kamar mereka diketuk dua kali membuat maraka bangun dan membukakan pintu yang ternyata tya membawa nampan yang sudah berisi bubur dan teh hangat.

SEMUA BELUM USAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang