🐻
..
Setelah berdiskusi dengan kedua keluarga jevano dan jeovanna akhirnya diputuskan bahwa Mereka akan akad terlebih dahulu. Sementara tanpa resepsi nggatau kalo beberapa bulan kedepan.
Pagi ini Echa sudah siap dengan persiapannya untuk mengantar sang BESTie duo j nikah.
Maraka masih siap siap menggunakan kemejanya.
Kayaknya baru kemarin maraka melihat adik kecilnya nangis karena kehausan belum minum susu. Maraka kecil yang selalu jagain jevano yang masih bayi padahal dirinya juga butuh kasih sayang lebih dari bubu dan papinya.
"Adek udah siap?" Tanya maraka yang menghampiri Echa yang sedang duduk disofa.
"Sudah mas sebentar adek pake kaos kaki dulu" dengan sigap maraka berlutut didepan istrinya untuk membantu Echa menggunakan kaos kaki serta flat shoesnya.
"Mas, nggausah loh adek bisa sendiri" kaget Echa melihat maraka yang sudah berada didepannya.
"No adek. Adek pasti susah kan mau bungkuk kan ada babynya diperut. Jadi biar mas aja yang pakein yaa" ucap maraka membuat pipi Echa memerah.
"Sebelum berangkat adek ada yang dirasa ngga sayang, pusing mual atau kram?" Pastiin dulu kondisi Echa.
"Aman Daddy, don't worry" jawab Echa kemudian mengecup pipi maraka sekilas.
"Syukurlah kalo begitu. Ayo kita kebawah liat jevano"
Echa dan maraka kemudian turun kebawah dan ternyata semua sudah kumpul tinggal nunggu pasutri ini.
"Eh loh kok udah pada siap. Maaf yaa lama" say sorry Echa.
"Nggapapa loh lagian bumil tuh pasti ada aja yang diurusin iya kan" ucapan Tya membuat echa mengangguk semangat. Emang iyaa begitu.
"Yaudah ayo kita berangkat" ucap Jeffrey.
"Adek mau sama mbak Echa sama abanggg" teriak bryna membuat semua orang kaget. Gilaa anak bontot Tya ada aja gebrakannya.
"Adek, slowly atuhh jangan teriak teriak" namanya bryna ya cuma cengengas cengenges doang.
Mereka membawa 2 mobil. Mobil 1 ada maraka Echa sama bryna sedangkan mobil ke 2 ada Jeff Tya jevano sama saga.
Kedua mobil meninggalkan pekarangan kediaman Djung.
"Kakak inget yang papi bilang yaa" ucap Jeffrey. Semalem aja udah diwejangi berbagai macam kata oleh papi bubu sama abangnya.
"Iya Pi kakak masih inget kok" jawab jevano.
"Beneran mau nikah nih? Kok jadi lemes banget sih kak" heran Tya padahal dari kemarin semangat poll.
"Ngga jadi Bu jadinya mas aja yang nikah sama shareen" setelah mengucapkan itu kepala saga digeplak oleh kakaknya.
"Nikah nikah. Kelarin dulu sekolahnya kerja yang bener" sabar jev sabar.
"Ya lagian mau nikah kaya ngga ada semangatnya sama sekali" saga mendelik sambil mengamati sang kakak.
"Gue gugup anjir deg degan parah takut banget salah ngucap" ucap jevano lirih sambil mengusap wajahnya pelan.
"Kakak, tenang yaa semua akan baik baik ajaa semua akan baik baik aja. Maafin bubu ya sayang"
"Ngga ada yang salah Bu. Kakak udah ikhlas" balas jevano sambil memperlihatkan eye smilenya.
Hari ini jevano memutuskan untuk menikah dengan kekasihnya. Dengan sangat sederhana. Tanggungjawab jeovanna akan sepenuhnya dialihkan ke jevano.
Yudha aja sempet berkaca kaca tadi padahal belum berangkat ke KUA juga. Putri kecilnya satu persatu memulai kehidupan barunya. Kini tinggal shareen yang belum menikah. Kalau ditanya berat engga ya jelas berat dong anaknya cewe semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMUA BELUM USAI
FantasyHanya sebuah cerita ringan tentang keseharian keluarga bapak jeffreyyan Arsha Djung, Jordy Alexander Wijaya, Yudha Arga Narendra, dan Taraka Maheswara. Cerita ini berawal dari aku yang baca cerita tentang jaeyong dll ngga ada yang sepemikiran sama a...
