🐻
..
Setelah setengah harian bryna dan tama hang out, kini jam menunjukkan jam 1 siang dan sedikit lagi tama akan mengantarkan bryna kerumahnya sebelum diterror oleh kakak kakaknya bryna.
"Waduhh mampus dehh tamaaa. Kakak aku udah didepannn" Tama sedikit tersentak mendengar teriakan bryna ketika melihat jevano sudah ada diteras rumahnya. Dan apa ituuu kok galak banget mukanya.
"Yaallah tolong selamatkan bryna sama tama dari harimau satu inii" Gumam bryna sambil menengadahkan tangannya keatas.
"Ngga usah takut. Ayoo kita turun" Ajak tama mematikan mesin mobilnya.
"Aduhh tamaa kamu ngga usah turun deh nanti kena semprot kakak. Kamu emang ngga takut?" Tanya bryna polos.
"Tenang by. Kalau aku ngga turun kakak kamu bakal tambah marah ayokk" Bryna pasrah deh nurutin kata tama.
"Kakakkk" Bryna langsung memeluk jevano kala jevano mendekat kearah tama.
"Masuk dek" Suara dingin jevano membuat bryna langsung melepaskan pelukan jevano dan melihat jevano dengan puppy eyesnya. Namun jevano tidak akan ampuh dengan itu.
"Tama, aku masuk dulu yaa hati hati pulangnya" Bryna pasrah dan pamit ke tama.
"Iya siapp. Selamat istirahat by" Mendengar tama berbicara membuat jevano membulatkan matanya terkejut meskipun matanya tetep aja normal ngga kaya orang lagi melotot🙏.
Setelah mendengar jawaban tama bryna masuk kedalam rumah dengan perasaan tidak rela. Bryna takut jevano bakal nonjokin muka ganteng tama kan bryna ngga rela. Tapi tenang kok anak anak djung ini sudah dilatih dan dimengerti ngga boleh ringan tangan jadii aman kok.
"Darimana aja?" Tanya jevano tidak mempersilahkan tama duduk dulu. Udah di ubun ubun banget deh jevano.
"Dari taman kota habis itu jalan jalan habis itu makan terus pulang. Sebelumnya maaf sekali bang?" Tanya tama bingung mau manggil jevnao siapa.
"Kakak aja" Jawab jevano membuat tama mengangguk paham.
"Maaf kak sebelumnya kalau saya ngga izin dulu ke kakak tapi beneran deh saya ngga ngapa ngapain bryna cuma ajak bryna jalan jalan aja. Perihal panggilan 'by' itu beneran murni dari saya sendiri dan dari awal kenal bryna juga saya manggilnya by" Jelas tama membuat jevano mengangguk.
"Lain kali chat saya dulu kalau mau ajak bryna. Saya ngga rela kalau bryna pergi kaya tadi soalnya bryna ngga ngomong apa apa sama saya. Nanti minta aja nomor saya sama bryna. Tolong jagain bryna. Yaudah pergi sana" Kann ujung ujungnya ngusir nih kak? Heuhh yaudahlah daripada ngga dapet restu ya ga tam? Hehehe.
Akhirnya tama pamit ke jevano untuk pulang dan meninggalkan komplek perumahan djung.
"Duhhh untung ngga kelepasan. Bisa ancur deh kalau kelepasan" Jevano menghela nafas setelah tama pergi.
Jevano melihat bryna sedang duduk sambil memeluk lututnya disofa ruang TV dengan muka cemberut melihat jevano. Sumpah kalau tama diapa apain sama jevano bryna bakal marah besar sama kakaknya itu.
"Kakak ngga ngapa ngapain loh" Ucap jevano enteng duduk disebelah bryna.
"Bodoamat" Jawab bryna cuek dan mengalihkan pandangannya dari jevano.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMUA BELUM USAI
RandomHanya sebuah cerita ringan tentang keseharian keluarga bapak jeffreyyan Arsha Djung, Jordy Alexander Wijaya, Yudha Arga Narendra, dan Taraka Maheswara. Cerita ini berawal dari aku yang baca cerita tentang jaeyong dll ngga ada yang sepemikiran sama a...
