bab 36

2.3K 87 16
                                        

Happy reading
.
.
.
.

Dia bangkit dan berjalan pelan kearah gadis yang terbaring lemah dijalan.

"Engga... lo gaboleh ninggalin gue.." ucapnya menggelengkan kepala dengan lirih

Brukk

Dia jatuh terduduk disamping gadis tersebut, tangannya yang gemetar perlahan mengangkat kepala gadis itu.

Ia menyingkirkan rambut yang menutupi gadis tersebut dan dadanya semakin sesak, air matanya turun menetes mengenai wajah gadis itu.

"Kenapa.. kenapa lo nyelamatin gue.." ucapnya memeluk erat Veli tidak peduli dengan bajunya yang terkena darah dan menangis dengan keras

"O-oliv..." ucap Veli terbata-bata membuat Oliv melepas pelukannya

"Leci... l-lo..." tangisnya dengan gemetar

Veli tersenyum, ia mengangkat tangannya dengan susah payah dan menyeka air mata Oliv
"J-jangan nangis.."

"Gimana gue ga nangis sedangkan lo... lo kayak gini karena gue.." ucapnya menggenggam erat tangan Veli

"Y-yang penting l-lo baik-baik aja Liv... g-gue.. uhukk" ucap Veli memalingkan wajah dan batuk darah.

"Leci..." ucap Oliv gemetar

"Liv...kalo g-gue meninggal t-tolong bilangin sama mama dan papa kalo gue sayang banget sama mereka dan.. dan gue minta maaf" ucap Veli terbata-bata menahan sakit dan tersenyum

"Udah.. j-jangan ngomong lagi.." ucap Oliv menyeka air matanya lalu ia perlahan membangunkan Veli

"O-oliv.."

"Diam!" bentak Oliv membungkam Veli, ia merangkul Veli berjalan pelan dengan tertatih dan membawanya masuk kedalam mobil Veli, karena jarak mobil Veli lebih dekat.

Ia mendudukkan Veli dikursi penumpang dan memasangkannya sabuk pengaman, kursi tersebut ia baringkan agar Veli lebih nyaman.

Setelah memastikan Veli baik-baik saja segera ia masuk juga kedalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh.

Seseorang dari balik pohon tertawa keras saat melihat kepergian Oliv "hahahaha... Velice anindya graham usia lo ga bakal lama lagi..."

"Gue pastikan lo bakal lenyap dari dunia ini..." ucapnya lirih lalu suara itu menghilang.

Ditengah perjalanan Oliv menoleh kearah Veli yang memejamkan mata, jantungnya seketika berdetak lebih kencang lalu ia memberhentikan mobil dan menggoyangkan tubuh Veli.

"Ci..." panggilnya dan tidak ada jawaban

"Engga.. lo gaboleh pergi.." ucapnya lalu kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Sesampainya diarea rumah sakit Oliv memarkirkan mobilnya didepan pintu rumah sakit, ia membuka pintu dan membawa Veli dengan cara digendong belakang.

"Dokter!"

Oliv berlari menggendong Veli yang sudah pingsan di perjalanan menuju rumah sakit dengan tergesa-gesa, darah menetes mengotori lantai rumah sakit.

Protagonis < FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang