Happy Reading
.
.
.
"Lo sementara tinggal di apartemen gue aja, sandinya masih sama kayak dulu"
Oliv menghela nafas pelan mengingat ucapan Veli, sekarang Oliv merasa semakin berhutang budi pada Veli.
"Kata dia masih sama kan..." gumam Oliv
Oliv menekan angka di depan pintu apartemen Veli dan saat ia menekan angka terakhir, pintu terbuka.
Hening, sebuah keheningan yang membuat Oliv merasa nafasnya tercekat.
Oliv masuk ke dalam dan menutup pintu kembali. Melihat sekeliling apartemen yang dulu hangat sekarang menjadi hampa.
"Gue ga nyangka bakalan balik ke sini lagi" ucap Oliv dengan suara agak gemetar
Ia masuk ke dalam kamar yang dulu adalah tempat tidurnya, membaringkan tubuh di kasur dan dalam sekejap Oliv tertidur.
Tertidur karena kelelahan atau karena ia merasa kembali pulang.
Dua jam terlewati, Oliv membelalakkan mata, tubuhnya menegang begitu pandangannya jatuh pada sosok di depannya.
Pria itu berdiri dengan tenang, mengenakan kaus hitam polos dan jaket denim biru tua yang tampak sudah sering dipakai. Rambutnya sedikit berantakan, beberapa helai jatuh menutupi dahinya, membuat wajah tampannya terlihat santai namun berbahaya di saat bersamaan.
Aura dingin memancar dari cara ia berdiri, bahunya rileks, seolah situasi ini hanya permainan kecil baginya.
Oliv menggigil. Tatapan itu, menenangkan sekaligus mengancam.
"Mau apa lo!?" ucapnya sedikit berteriak
Keterkejutan Oliv tidak berhenti di situ karena ia yang tadinya tidur di kasur sekarang duduk di kursi dengan kedua tangan dan kaki terikat.
"Lepasin gue!" teriak Oliv dan berusaha melepaskan diri
"Pfft, Oliv lo ga lupa sama janji kita kan?" tanya Pria itu yang membuat Oliv diam.
Rendi mendatarkan wajahnya, lalu maju dan menjambak rambut Oliv dengan sangat keras yang membuat Oliv berteriak kesakitan.
Info : Rendi ada di bab 38.
"Maaf–Maafin gue" rintih Oliv menatap Rendi, memohon.
Rendi melepas rambut Oliv, Ia mundur dan kembali duduk di kursinya.
"Gue mau dalam seminggu, Veli udah datang ke gue dan meluk Gue kayak dulu lagi" ujar Rendi tersenyum manis
"Lo gila? Gabisa!" tolak Oliv
"Apa yang gabisa? Lo aja bisa balik sama Veli? Kenapa gue engga?" tanya Rendi bingung
"Karena Lo itu penipu, Lo lebih nyakitin dia daripada gue dan Dante" jawab Oliv spontan
Rendi diam sejenak, dan memejamkan mata. Tapi tidak lama setelah itu dia tertawa keras yang membuat Oliv sedikit gemetar.
"Gue nipu apa sama dia? Bukannya elo yang nipu dia? Gue aja salut sama Veli masih maafin kelakuan bejat lo" tanya Rendi menaikan sedikit sudut bibirnya
"Gue lakuin itu karena Veli suka sama Dante dan gue mau Veli bahagia" jawab Oliv
"Lo kira gue peduli?" tanya Rendi menatap Oliv meremehkan
"C'mon Oliv, Lo pasti udah gila... Karena gue tau tujuan asli lo adalah buat terus jadi model di butik Veli" ucap Rendi lagi menjatuhkan Oliv
Oliv terdiam, dia menundukkan pandangannya seolah tidak mengelak ucapan Rendi.
"Kenapa diam? Gue bener ya?" tanya Rendi lagi dengan kekehan kecil
Hening, suasana kamar itu bagai terserap dalam kesunyian. Rendi yang menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Oliv, dan Oliv yang berpacu dalam pikirannya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protagonis < Figuran
RomanceKisah Kinan putri yang bertransmigrasi ke tubuh Velice Anindya G. Tokoh Figuran di Novel 24 jam Always You.
