Happy reading
.
.
.
"Liv, sebenernya gue benci diri gue sendiri" ucap Veli menatap ke depan
Mereka sekarang sedang berada di taman rumah sakit, sudah berhari-hari lewat setelah Veli sadar. Teman dan keluarga terus menerus mengunjunginya hingga baru sekarang ia bisa santai.
Oliv selama ini terus bersembunyi tidak mau muncul karena ia malu dan tidak ada keberanian untuk muncul di hadapan teman-teman Veli.
"Hidup lo itu sempurna" balas Oliv menatap Veli
Veli terkekeh kecil lalu menyandarkan kepalanya di kursi "lo tau apa tentang hidup gue? Hm?" tanyanya yang membuat Oliv bungkam
Oliv membuang muka dan mengeratkan tangannya pada ujung kursi. Menyakitkan tapi itu adalah kenyataan.
"Maaf" ucap Oliv dan semuanya hening
"Lo gamau cerita tentang muka lo?" tanya Veli memecah keheningan
Oliv menegang, ia membenarkan rambutnya lalu menatap Veli yang menatapnya meminta jawaban.
"Lo inget? Gue waktu itu bilang kalo gue hampir di lecehin?" jawab dan tanya Oliv
Veli membenarkan duduknya lalu menatap wajah Oliv serius, ia sangat penasaran dengan hidup Oliv.
"Setelah berita lo, Dante mutusin pertunangan kami... Bara dan Zifa ngadu kelakuan gue ke keluarga Bagaskara dan gue di usir." jawab Oliv menjelaskan
Veli terkejut, ia tidak tahu jika Oliv di usir dari keluarga Bagaskara, dia kira Oliv hanya tidak mau melihatnya lagi tapi apa ini?
"Selama ini lo tinggal dimana?" tanya Veli mengenggam tangan Oliv erat
Oliv terkekeh lalu membalas genggaman tangan "gue tinggal di apartmen tapi sekarang udah gue jual"
"Jual?" tanya Veli bingung
"Gue kehabisan uang karena di tipu agensi dan hampir di lecehin sama mereka makanya muka gue luka, tapi Nasya tiba-tiba datang dan nyelametin gue dan kasih gue tempat tinggal" jawab Oliv sedikit tidak senang
Veli menyeringitkan alisnya bingung, Nasya? Darimana keberanian Nasya datang bukankah dia anak lemah yang terus berlindung di ketiak Adrian?.
"Nasya? Lo serius?"
Semuanya membingungkan dan dari semua perkataan Oliv hanya nama Nasya yang menjadi pusat ketidak pastian.
"Iya Nasya, lo bingungkan apalagi gue? Di situ gue gaada pilihan selain ikut ci, dan dari situ semuanya jelas"
"Dia pengen lo mati" lanjut Oliv yang membuat Veli membeku
"Yang kemarin nabrak lo Kevan pacarnya Nasya, Temen lo." ucap Oliv yang semakin membuat Veli tidak mampu berkata-kata
Haruskah ia percaya? Tapi kenapa Oliv berbohong tapi Nasya tidak mungkin berbuat nekat dan Kevan? Pria manis itu?
"Gue masih ga percaya" ucap Veli menatap mata Oliv lalu menggelengkan kepalanya
"Kak Kevan ga mungkin jahat, dia itu baik liv" lanjut Veli yang membuat Oliv jengah
"Itu dulu ci, dulu. Sekarang dia jahat!"
Veli memegang kepalanya pusing, semuanya tiba-tiba masuk ke dalam otaknya, semuanya yang membingungkan.
"Ci, lo oke?" tanya Oliv panik
Veli menarik nafas panjang lalu membuangnya dan bersandar ke bahu Oliv "gue belum bisa nerima info ini liv, soalnya semuanya berbeda dengan isi novel yang asli" ucap dan batin Veli
"Gue paham, tapi tolong kali ini lo harus percaya dan berhati-hati ke depannya karena mereka terus bergerak" ujar Oliv menatap ke depan menatap taman
Veli diam, ia bingung kenapa alurnya jadi seberantakan ini bahkan membahayakan nyawanya. Nasya... ia punya salah apa pada gadis cengeng itu?
"Liv..." panggil Veli yang membuat Oliv menoleh dan menatapnya bingung
"Lo mau kan operasi wajah? Kita balikin wajah lo yang dulu" ucap Veli pelan dan membuat Oliv terkejut
Wajahnya akan kembali lagi? Oliv tersenyum senang tapi detik berikutnya ia melunturkan senyumannya.
"Gue gamau ngerepotin lo lagi, lo ada di samping gue gini udah cukup ci" balas Oliv yang membuat Veli kesal
Veli membenarkan duduknya lalu menangkup wajah Oliv dan menggeserkan rambut yang menghalangi luka Oliv.
"Ci... lo ngapain" ucap Oliv terkejut lalu mencoba membenarkan rambutnya kembali
"Kita ke Korea besok setelah gue keluar dari rumah sakit" ucap Veli tidak mau di bantah
Oliv terkejut ingin menolak tapi tatapan Veli membuatnya diam. Kini Veli serius dengan kata-katanya.
"Gue gatau balas kebaikan lo dengan apa lagi" ujar Oliv menundukkan kepalanya
"Kasih gue jantung lo" ucap Veli yang membuat Oliv terkejut
Ia mendongak dan menatap Veli lama, menelan ludah kasar "lo boleh ambil jantung gue" ucapnya yang membuat Veli tertawa keras
"HAHAHHA"
"Kenapa? Jantung gue kurang? Lo boleh ambil ginjal, hati dan semuanya ci" timpal Oliv yang justru semakin membuat Veli tertawa
"Gue bercanda woi!" ucap Veli lalu berhenti tertawa
Mama Windi di sebrang melihat Veli yang tertawa lepas membuatnya senang, kebahagian putrinya ternyata ada di Oliv.
"Veli!" panggil Mama Windi
Veli dan Oliv menoleh dan tersenyum lalu melambaikan tangan. Mama Windi terkekeh kecil melihat kelakuan Veli dan Oliv.
Mama Windi menghampiri mereka "sayang kamu di cariin dokter tau, mau periksa kamu sebelum nanti sore kita pulang" ucapnya mengelus kepala Veli
"Veli udah boleh pulang tan?" tanya Oliv yang di angguki Mama Windi
Oliv tersenyum senang "akhirnya lo keluar rumah sakit ci, boleh dong kita makan-makan" ucap Oliv penuh semangat
"Wih harus itu, kita bakal makan-makan terus shopping bareng!" balas Veli yang sama semangatnya dengan Oliv
"Mama di ajak ga?" tanya Mama Windi menarik turunkan alisnya
"Engga, Veli mau main sama Oliv aja" jawab Veli langsung memeluk Oliv erat
Mama Windi terkekeh kecil lalu tersenyum bahagia. Ia tidak pernah membenci Oliv sahabat anaknya ini walau masa lalu sangat menyakitkan baginya.
Di tempat lain dua orang kekasih sedang duduk bersantai di sofa, menikmati berdua. Mereka adalah Kevan dan Nasya.
"Kaa menurut kamu, Kak Oliv bakalan ngadu soal kita apa engga?" tanya Nasya menatap wajah Kevan
"Kalo dia ngadu, Veli gabakalan percaya sayang... aku yakin itu" jawab Kevan yang di angguki Nasya
"Kamu se benci itu sama Veli?" tanya Kevan yang membuat Nasya diam
Suasana hening sesaat sebelum Nasya menjawab dengan tangisan yang membuat Kevan panik.
"Hiks ka Veli itu ngehancurin hidup aku kaa, aku sekarang selalu di pandang remeh orang-orang dan semenjak ka Veli datang semuanya kacau... kaka juga tau kan itu?"
Kevan memeluk Nasya menenangkan dan mengelus punggung Nasya pelan. Nasya terus terisak tanpa membalas pelukan Kevan.
"Kak Devan sekarang menjauh karena kak Veli datang, dia bikin aku seolah-olah orang jahat di hidupnya padahal dia yang jahat sama aku hiks" lanjut Nasya yang membuat Kevan diam
Devan. Nama seseorang yang masih mengusik kehidupannya. Kevan muak tapi jika ia berkata tidak-tidak Nasya akan kesal dan meninggalkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protagonis < Figuran
RomanceKisah Kinan putri yang bertransmigrasi ke tubuh Velice Anindya G. Tokoh Figuran di Novel 24 jam Always You.
