Happy reading
.
.
.
"Veli masih lama tan sadarnya?" tanya Clara bersandar di bahu Mama Windi
"Lo udah nanya yang ke sepuluh kali ya SEPULUH... gue jadi tante Windi udah noyor kepala lo" ucap Keira yang kesal dengan pertanyaan Clara
Mama Windi hanya bisa terkekeh kecil mendengar ucapan Keira dan kembali menatap Veli yang masih terbaring di bankar dengan semua alat pembantu hidupnya.
Entah sampai kapan putrinya itu akan tertidur, mama Windi hanya bisa pasrah untuk saat ini dan masalah Oliv? Ia anggap selesai.
"Tante pasti sedih banget ya? Tante boleh kok nganggep Zifa anak tante" ucap Zifa yang tiba-tiba duduk dan bersandar di sebelah Mama Windi
Kini Clara dan Zifa sama-sama bersandar di Mama Windi yang membuat Keira menghela nafas dan memijit kepalanya.
"Kenapa coba gue ngajak mereka" batinnya sesal
"Makasih ya kalian udah datang... tante seneng banget" ucap Mama Windi mengelus kepala Clara dan Zifa
"Sama-sama Tante... lagian Veli itu sahabat forever ever sampe end" ujar Zifa memeluk Mama Windi
"Bener banget, dan Tante itu udah kayak Ibu kami tau" ucap Clara yang ikut memeluk Mama Windi
Keira menatap cengok kelakuan temannya, ia menoleh ke arah Veli dan membatin "Vel suer... ini kalo lo dalam 3 hari kaga bangun juga, emak lo bakal di rebut sama duo benalu"
Di saat mereka sedang bergurau pintu kamar di buka oleh seseorang. Nasya serta Mommy Mely masuk dan tersenyum manis ke arah Mama Windi.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Setelah mengucapkan salam Mommy Mely berlalu begitu saja tanpa berbasa basi dengan Mama Windi lalu pergi ke bankar Veli.
Melihat Veli yang masih memejamkan mata dengan alat yang terpasang di tubuhnya. Mommy Mely mengelus pipi Veli lalu mengecup pelan kening Veli.
"Dia kenapa bisa seperti ini bu?" tanya Mommy Mely menatap Mama Windi
"Dia kecelakaan mobil saat mau pulang ke rumah" jawab Mama Windi apa adanya
Mommy Mely menganggukan kepalanya lalu menarik tangan Nasya untuk ikut dengannya. Menghampiri Mama Windi serta melirik ke arah Clara dan Zifa yang menempel bagai cicak di dinding.
"Kalian cicak?" ucap Nasya spontan lalu menutup mulutnya
Clara dan Zifa mengangkat ujung bibir atas mereka dan memberi lirikan tajam. Walau hanya sebentar Clara dan Zifa memilih pergi dan duduk bersama Keira
"Jijik banget sumpil" bisik Zifa kesal
"Sumpil apaan?" tanya Clara yang di angguki Keira
Zifa menghela nafas lalu membenarkan rambutnya dan memberi tahu arti sumpil.
"Sumpil itu... sumpah pliss di singkat jadi sumpil" jelas Zifa seraya menganggukan kepala
KAMU SEDANG MEMBACA
Protagonis < Figuran
RomanceKisah Kinan putri yang bertransmigrasi ke tubuh Velice Anindya G. Tokoh Figuran di Novel 24 jam Always You.
