57 : Bicara Dengan Kakak Ipar

109 18 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️

Meen memberi salam kepada Mark yang tengah menunggui Perth di rumah sakit.

Dia dan Ae segera ke rumah sakit setelah membeli cincin nikah. Tentu saja dua orang itu datang dengan membawa makanan untuk orang yang menunggui Perth di sana.

"Mending Daddy mandi, Habis itu tidur. Papa biar kakak yang jagain." Pinta Ae pada Mark yang tampak lelah.

Mark hanya mengangguk ringan, lantas dia segera beranjak ke kamar mandi. Meen sendiri baru saja selesai membagikan makanan untuk 4 orang bodyguard yang menunggu di depan pintu kamar rawat inap Perth.

"Daddy mana?" Tanya dia seraya menyentuh pinggang Ae.

"Mandi." Jawab Ae kemudian memegang tangan Perth dan mengecupnya. "Papa, kakak sudah menikah dengan Meen..." Cerita dia pada Perth yang masih terbaring koma. Meen sudah mengambil tempat duduk di sebelah Ae, mengusap kepala Ae. Mencoba menyalurkan energi positif untuk Ae. "Tadi kami nikahnya." Lanjut dia seraya menempelkan tangan Perth ke pipinya. "Maaf ya pa, jika kakak nikah tanpa minta izin sama papa dan daddy." Tambah Ae kini dengan mata yang mulai berembun. Sengaja tidak dia katakan hal serius ini kepada Mark, nanti saja dia beritahu saat keadaan sudah stabil.

Tidak tahu Ae, kalau orang yang koma itu bisa mendengar semua suara orang yang bicara di dekatnya.

"Yank, jangan bersedih! Papa pasti bangun dan sehat lagi seperti sedia kala." Hibur Meen mencubit pipi Ae sejenak. Pria cantik itu mengangguk ringan. Lantas dia beranjak dari kursi, merapikan sofa untuk Mark tempati nanti.

Only You! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang