Kimdan keluar kamar seraya memainkan ponsel. Hari ini dia berencana menjemput Pinnara, tapi Pinnara malah keburu mengabarinya kalau pagi ini dia berangkat sekolah diantar Noah seperti biasanya.
Waktu masih menunjukkan pukul 05:30 pagi dan dia sudah selesai memakai seragam sekolah, setelah sarapan maka dia bisa langsung pergi.
Kimdan baru saja akan masuk ke dalam lift rumahnya bersamaan dengan dua orang yang sangat tidak ingin dia lihat muncul. Kimdan mendengus malas sekali seraya memasang wajah sangat datar.
"Kimdan, udah bangun kamu ternyata. Kebetulan, Papa kamu juga mau ngomong penting," Ujar Han Sohee —nenek tirinya yang kini tengah menggandeng seorang pria tua yang masih segar bugar di usia yang sudah masuk kepala 6 itu. Nenek tirinya itu lebuh pantas menjadi kakaknya karena usianya memang tidak terpaut jauh dari Kimdan.
"Aku nggak ada keperluan sama orang ini. Nggak ada yang perlu dibahas." Kimdan menyahut sangat dingin. Menoleh pun enggan ke arah pria yang memiliki wajah 11 12 papanya itu.
"Nggak usah macem-macem. Papa kamu cuman mau nanya, kenapa kamu masih berhubungan dengan keluarga Shukhumpantanasan? Sudah lupa kamu dengan kejadian 5 tahun yang lalu?" Papar kakeknya lalu ditimpali oleh Han Sohee. "Dan hebatnya Kimdan pacaran dengan putra bungsu Perth Tanapon." Perkataannya membuat pria tua itu memberikan tatapan penuh peringatan kepada cucu laki-lakinya itu.
"Nenek apaan sih, gak usah ikut campur." Kimdan mengerutkan dahinya tak suka. "Aku pacaran atau gak dengan putra bungsunya, tak ada hubungannya dengan kalian." Raut wajah Kimdan berubah kelam dengan sorot mata yang luar biasa tajam. Menantang tatapan mata pria yang disebut daddy oleh Lee, papanya.
"Kimdan, ini semua demi kebaikan mu dan juga keluarga kita."
Kimdan berdecih untuk perkataan kakeknya, "Demi kebaikanku? Apa itu tidak salah, demi kembaikan kalian kali." Cemooh dia memang terbilang keras kepala dan kasar pembawaannya kepada orang yang tidak dia suka.
"Sadarlah! Dia itu musuh keluarga kita!" Sentak dia lalu pintu Lift terbuka, mereka sudah sampai di bawah.
"Mau dia anak musuh keluarga kita atau tidak, aku tidak peduli! Tidak usah mengatur hidupku! Papaku saja tidak pernah mengatur hidupku." Tukas Kimdan semakin dingin wajahnya. Dia segera berlalu dari hadapan kakek dan neneknya itu begitu saja. Dua orang ini memang suka memakai nama papanya tuk menuruti kemauan mereka.
"Kimdan!" Tuan Shi lagi-lagi melayangkan tatapan penuh peringatan kepada cucu kedua laki-lakinya itu. "Jika kamu memang mau punya pacar lelaki, kakek bisa carikan yang lain!" Omel dia sakit kepala dia dengan orientasi seksual Kimdan. Kalau Kimdan menikah dengan pria, lalu bagaimana garis keturunan keluarga Shi? Putus? Tidak, dia tidak bisa menerima hal itu. Cukup Lee saja yang memiliki kelainan seksual dalam keluarga mereka.
Kimdan hanya melirik kakeknya sekilas dengan ekspresi dingin. Dia memasukan ponselnya ke dalam saku celana dengan tenang lalu mengangkat dagunya dengan penuh percaya diri.
"Jika kakek dan papa tidak merestui hubungan ku dengan Pinnara, oke! Tapi aku ingin nenek Sohee menjadi istriku!" Ucap dia gila dan tentu saja dia tidak serius walaupun ekspresinya terlihat sangat serius. Dia berkata begini karena dia tahu betapa tergila-gilanya pria tua ini kepada Sohee.
"Kurang ajar kamu, dia itu nenekmu. Istriku! Jangan gila!" Sentak dia dengan wajah yang tak senang. Sementara Han Sohee yang mendengar penuturan Kimdan sangat terkejut. Bisa-bisanya Kimdan menyeret dia, padahal niatnya, dia ingin Kimdan dibenci oleh pria tua di sebelahnya ini agar anaknya bisa menjadi penerus berikutnya.
"Jika bukan nenek yang menjadi penggantinya, maka aku akan tetap menjalin kasih dengan putra bungsu mereka dan menikahinya." Raut wajah Kimdan sangat puas melihat ekspresi keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!
FanfictionSeason 2 dari fanfic IT'S YOU! ❄️💙❄️ "Padahal aku sudah bantuin kamu, tapi begini caramu berterima kasih kepadaku?" "Jadi senior membantuku karena mengharapkan sesuatu?" "Anggap saja begitu!" Jawab Meen tersulut juga emosinya sebab Ae menepis kasar...
