Season 2 dari fanfic IT'S YOU!
❄️💙❄️
"Padahal aku sudah bantuin kamu, tapi begini caramu berterima kasih kepadaku?"
"Jadi senior membantuku karena mengharapkan sesuatu?"
"Anggap saja begitu!" Jawab Meen tersulut juga emosinya sebab Ae menepis kasar...
06 : 00 am. Ae bangun dari tidurnya, dia dapati Pinnara memeluk erat pinggangnya dari belakang.
"Dek..." Panggilnya sembari mengusap lengan Pinnara yang melingkar pada pinggangnya.
"Ehmm, lima menit lagi..." Serak dia malah semakin dia tenggelamkan wajahnya pada punggung Ae.
Ae mengulas senyum, lalu meraih ponselnya. Ada pesan masuk.
[Ae, apa nanti sore kita bisa ketemuan di taman kota?] Pesan itu di kirim jam 10 malam tadi.
Ae berpikir, ada apa gerangan sampai Meen mengirim dia seperti ini. Padahal dia bisa langsung datang ke rumah.
[Baik] Balas Ae kemudian dia meletakkan kembali ponselnya sebab tidak adalagi pesan masuk selain itu.
Tepat lima menit kemudian Pinnara bangun, dia langsung duduk begitu teringat dengan sesuatu. Tidak bicara apapun, dia langsung bergegas ke kamar mandi.
Bingung Ae dibuatnya.
"Kebelet dek?"
"Gak kak!" Sahut dia kemudian dia menutup pintu kamar mandi.
Geleng-geleng kepala Ae melihat tingkahnya, kemudian dia beranjak dari ranjang. Kembali ke kamarnya dan bebersih diri.
30 menit kemudian Pinnara selesai dengan rutinitas paginya, dia dandan secepat mungkin lalu bergegas ke kamar yang Kimdan tempati.
Sekali lagi, dia masuk begitu saja saking waswas nya dia, takut Kindan sudah pulang.
"Kimdan!" Panggil nya pada Kimdan yang hendak membuka pintu.
Pria gagah itu sudah mandi, bahkan selesai olahraga. Dia sudah terbiasa bangun jam lima pagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Brukhhh! Pinnara langsung memeluknya, "Hehehe, selamat pagi suamiku!" Senangnya dia Kimdan masih di sini.
Hari ini Pinnara bersaudara izin tidak masuk sekolah, Kimdan juga begitu.
Kimdan mengulum senyum pada Pinnara yang jauh lebih pendek dari dia. Sehingga jika Pinnara berjinjit pun, tinggi Pinnara baru sedagunya. Oleh karena itu, jika Pinnara ingin mengecup pipinya, Pinnara harus menarik kerah bajunya seraya berjinjit.
"Pagi juga sayang."
"Kok sayang? Panggil istri dong!" Pinta Pinnara sukses membuat Kimdan terkekeh.
"Ahh, Kimdan kalau ketawa, jadi double tampannya, aku suka!" Ungkap Pinnara setelahnya tubuhnya terangkat. Kimdan menggendong dia ala bridal supaya dia bisa mengecup bibir ranum Pinnara tanpa menunduk.
Refleks, Pinnara mengalungkan kedua tangannya di leher Kimdan. Dan tersenyum puas setelah Kimdan kecup bibirnya.
Cup! Kali ini Pinnara yang mengecup bibir ranum Kimdan.
Kimdan tertegun sementara Pinnara, dia tersipu malu.
Cup! Kecupan Kimdan membuat mata Pinnara mengerjap-ngerjap.