Pinnara baru bangun tidur, dia dapati Ae tidur di sebelahnya. Dia tersenyum walaupun sesaat kemudian dia menguap. Setelahnya dia beranjak dari tempat tidur, ini sudah jam 10 malam. Berjalan dengan asal masih berwajah bantal, turun ke ruang tamu, berharap di sana masih ada Mark dan Kimdan. "Kimdan mau kemana?" Teriak dia langsung bertekuk alis matanya pada Kimdan yang sudah sampai di ambang pintu keluar.
"Pulang." Jawab Kimdan sempat kaget mendengar suara Pinnara yang cukup keras, lalu kini Pinnara menghempaskan tubuhnya pada Kimdan.
"Jangan pulang!" Pinta dia melingkarkan tangannya pada pinggang Kimdan. "Suami tidak boleh pulang. Suami harus temani istri sampai papa pulang!" Lanjut dia masih manjain, saat ini dia tampak sangat lucu dimata Kimdan.
Mark yang melihat itu segera melepaskan pelukan Pinnara pada pinggang Kimdan. "Ahh, gak mau, dad!" Rengek dia mencoba memeluk Kimdan Lagi supaya Kimdan tidak jadi pulang karena dia peluk erat.
Kimdan yang tadi sempat mematung mendengar ucapan Pinnara kini tersadar saat Pinnara berhasil memeluknya.
Capek Mark dibuatnya sehingga dia memilih membiarkan putra bungsunya menahan Kimdan.
"Suami tidak boleh pulang, tidak boleh pokoknya!" Rengek dia seraya mendongak menatap Kimdan yang dia peluk.
Kimdan terkekeh, dia belai surai hitam Pinnara dan berkata, "Baiklah, jika kamu maksa. Aku tetap di sini sampai papa pulang!" Bagaimana bisa Kimdan menolak permintaan si bocah.
"Yeeyyy!" Sorak sorai Pinnara yang bergembira, lalu dia berjinjit dan, cup! Dia mengecup pipi Kimdan dan segera menyeret lengan Kimdan yang blank akibat dia kecup pipinya. Dia membawa Kimdan ke kamar yang pernah Kimdan tempati.
Mark yang melihat itu hanya bisa memijit batang hidungnya, anak tiga tapi mengasuhnya serasa mengasuh satu kompi. Beda semua wataknya.
Para tamu undangan yang melayat, sudah sedari tadi pulang. Makanya kini Mark bisa duduk sejenak menunggu kabar dari Noah.
"Kenapa kamu bangun? Lapar?" Kimdan menurut saja saat Pinnara membimbing tangannya menuju kamar yang memang diperuntukkan untuk Kimdan.
Pinnara menggeleng cepat tanpa menoleh pada lawan bicaranya, "Aku bangun karena mau pipis."
"Terus kamu udah pipis?"
"Belum, makanya, jalannya cepetan!" Oceh dia memang terlihat tergesa-gesa langkah kakinya.
"Ya udah, kamu ke toilet aja, aku udah tahu di mana kamar untukku."
"Gak mau, nanti kamu pulang saat aku tinggal ke toilet!"
"Gak, aku gak akan pulang. Aku janji!" Dia tidak ingin Pinnara menahan pipis karena dirinya.
Langkah kaki Pinnara terhenti, dia pandangi pria tinggi yang masih dia genggam tangannya.
"Janji ya!" Pintanya dia penuh harap nan berbinar manik gelapnya.
"Iya."
"Awas jika kamu pulang! Aku marah!" Saat ini, dia butuh seseorang di sisinya selain keluarga.
Kimdan mencubit hidung mancungnya, "Ya udah, pipis gi! Gak baik pipis di tahan-tahan."
Pinnara mengangguk ringan, lantas dia segera berlari menuju kamar mandi. Kimdan sendiri kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya seraya mengirim pesan kepada orang tuanya kalau hari ini dia tidak pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!
FanfictionSeason 2 dari fanfic IT'S YOU! ❄️💙❄️ "Padahal aku sudah bantuin kamu, tapi begini caramu berterima kasih kepadaku?" "Jadi senior membantuku karena mengharapkan sesuatu?" "Anggap saja begitu!" Jawab Meen tersulut juga emosinya sebab Ae menepis kasar...
