Season 2 dari fanfic IT'S YOU!
❄️💙❄️
"Padahal aku sudah bantuin kamu, tapi begini caramu berterima kasih kepadaku?"
"Jadi senior membantuku karena mengharapkan sesuatu?"
"Anggap saja begitu!" Jawab Meen tersulut juga emosinya sebab Ae menepis kasar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Papa!" Seru Pinnara senang saat melihat Perth, Perth dan Mark baru saja sampai di rumah. Mereka kembali setelah kejadian dua hari yang lalu. Apalagi saat Perth tahu Ae menginap di rumah Meen. Langsung lepas landas dia ke Bangkok.
Geram dia.
"Ae mana?" Tanya Perth tidak ada manis-manisnya kepada Pinnara, Perth kalau sudah marah parah.
Pinnara yang tadinya mau memeluk Perth kini menciut nyalinya, lalu melirik Mark yang hanya bisa menghela nafas berat.
"Daddy..." Seru Pinnara lantas berjalan menghampiri Mark serta memeluknya. Di saat itu juga Ae keluar, saat ini mereka berada di teras rumah, Perth dan Mark belum masuk kedalam rumah.
Wajah Ae yang tadinya sudah cerah kini semakin cerah saat melihat kedua orangtuanya, dia peluk Perth. Rindu dia.
Namun dia sadar, Perth tidak membalas pelukannya, bahkan Perth melepas pelukan Ae.
Dapat Ae lihat raut wajah Perth yang tidak ada manis-manisnya maupun seulas senyum tipis.
"Kakak masih berhubungan dengan Meen?"
Ae mengulum bibir bawahnya, dia menatap balik iris gelap Perth dengan takut-takut.
"Dia senior kakak di kampus, jadi secara tidak langsung kakak akan sering bertemu dengan dia, dan..."
"Jangan pernah temui dia, jika papa tahu kakak masih menemui dia, maka jangan salahkan papa jika kakak papa beri hukuman!" Potong Perth tidak bisa di rubah keputusannya.
"Tapi kami satu kampus jadi..."
"Kakak mau kuliah dimana? German, Inggris, Kanada atau Australia? Silahkan pilih!" Sela Perth lagi mengabaikan mata Ae yang berkaca-kaca.
"Papa marah jika kakak berhubungan lagi dengan dia?"
"Memangnya kakak belum lupa apa yang sudah dia lakukan kepada kakak?" Perth malah menjawab pertanyaan Ae dengan pertanyaan.
Ae meremas tali tas ransel hitamnya sembari menatap Perth, "Kakak belum lupa, tapi dia begitu karena dia tidak tahu kalau kakak..." Tadinya Ae mau berangkat kuliah.
"Apapun alasannya fakta bahwa dia mengakhiri perjodohan tetap tidak terbantahkan! Dia tidak hanya mencampakkan kakak, tapi juga mempermalukan orang tua kakak," Jelas Perth masih dingin nada bicaranya sekalipun saat ini air mata sudah jatuh dari mata cantik Ae.
"Tapi kakak mencintai dia papa... Sama seperti papa mencintai daddy..." Ucap Ae mencoba meraih tangan Perth yang kini hanya diam sebentar melihat Ae menggenggam erat tangannya.
"Kalau begitu pergilah ke sana dan jangan pernah temui aku, karena mulai sekarang aku bukan lagi papamu!" Putus Perth melepas kasar pegangan tangan Ae, dia berjalan cepat masuk ke dalam rumah.
Degh! Debaran dada Ae berdetak sakit, segera dia susul Perth tapi Perth meminta bawahannya untuk menghalangi Ae mendekatinya.
"Bible, tolong bawa Pinnara ke sekolah!" Titah Mark tidak ingin dia melihat Pinnara melihat Perth dan Ae bertengkar.