39 penyesalan selalu datang belakangan

728 38 7
                                        

Setelah di skors selama tiga hari, kini Dewangga sudah masuk sekolah dan saat ini tengah berada depan kamar kost nara.

Tak lama pintu terbuka, terlihat nara sudah memakai seragam sekolah nya, gadis itu menatap Dewangga dengan helaan nafas panjang.

Sebenarnya nara sudah mengatakan jika Dewangga tidak usah datang menjemputnya, tapi dasar nya saja pemuda itu tidak mau mendengar.

"Aku sudah bilang kan di chat, jika tidak perlu menjemput ku". Ujar nara menatap Dewangga.

"Larangan mu adalah perintah ku". Kekeh Dewangga melihat nara yang cemberut

"Ayo, nanti kita terlambat, apalagi ini hari pertama ku sekolah setelah di skors". Ajak Dewangga yang hanya di angguki oleh nara. Bukan apa nara melarang Dewangga untuk menjemputnya, sebab arah rumah Dewangga menuju kost nya berbeda arah.

Dewangga harus melewati sekolah dulu baru menuju ke kost Nara, padahal bisa saja kan Dewangga langsung singgah di sekolah saja, tapi dia tidak mau karena ingin menjemput pujaan hatinya.

"Aku suka jika kamu cemberut seperti itu".

Nara langsung memasang wajah datar, tidak ada lagi wajah cemberut nya.

"Hahaha sangat menggemaskan". Sambungnya lagi, sungguh pagi ini Dewangga merasa terhibur akan tingkah nara.

Mobil melaju meninggalkan kost nara, dalam perjalanan sesekali Dewangga menggoda nara tapi tidak pernah di tanggapi oleh gadis itu.

Setelah mengatakan perasaan nya, Dewangga terang-terangan memperlihatkan jika memang dia sangat menyukai nara dan ingin menjadikan sebagai kekasih nya, jika perlu sebagai istri juga boleh.

Tak berselang lama akhirnya mobil yang di kendarai oleh Dewangga sudah sampai di parkiran sekolah

Seperti biasa sudah ada Marvel ddk yang sedang nongkrong di parkiran. Nara tidak menghiraukannya, sebab dia tidak ada urusan dengan mereka.

"Tunggu disini". Pinta Dewangga langsung turun dari mobilnya.

Nara melihat Dewangga melingkar dan berhenti di samping tempat duduk nya. Pintu terbuka, terlihat Dewangga tersenyum lembut padanya.

"Silahkan turun calon istriku dimasa depan". Mempersilahkan nara untuk turun.

Nara menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Dewangga. "Memang aneh"Gumamnya kemudian turun dari mobil.

Marvel ddk melihat semua apa yang diperbuat oleh Dewangga, bahkan mereka juga mendengar apa yang dikatakan oleh Dewangga.

"Astaga... Aku rasa mereka sudah jadian!!".Ucap William menutup mulut nya.

"Yah terserah mereka lah, orang sama-sama single kok". Balas Adrian menatap kearah mobil Dewangga.

Seseorang diam-diam mengepalkan tangannya, hal tu tak luput dari penglihatan Dikta. Pemuda itu tersenyum miris.

Sebenarnya Dikta juga menyukai nara tapi melihat nara bahagia bersama Dewangga maka dia akan merelakannya, walau hatinya sedikit sakit sih.

'penyesalan akan datang dibelakangan'. Batin Dikta.

"Cabut". Kata marvel langsung berjalan duluan.

"Dia kenapa sih?". Seperti biasa Willi yang selalu kepo akan apa yang terjadi.

"Kamu nanya sama aku?" Tanya Adrian menunjuk dirinya sendiri.

"Sama pocong... Sama mu lah, mulai gila nih orang". Willi menoel kepala Adrian.

Bugh

Lagi-lagi Willi selalu mendapat pukulan dari Adrian. "Kenapa kamu memukul ku?".

"Sembarangan ngatain orang gila, gini-gini banyak yang suka tau nggak". Pede Adrian membuat Willi ingin muntah rasanya.

Y.A.K.A.D Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang