Nara tersentak kaget ketika mendapat pukulan pelan pada bahunya, dia melihat kearah samping yang ternyata itu adalah Indira yang sedang nyengir kuda melihat Nara yang terkejut.
"Sorry, habisnya kamu sedari tadi melamun Sampai nggak memperhatikan guru sedang menerangkan di depan. Untung saja guru nya nggak lihat kamu". Ucap Indira menaikkan tangannya berbentuk V.
"Maaf". Balasnya pelan.
Indira hanya mengangguk. "Ke kantin yuk, aku lapar". Ajaknya langsung diangguki oleh Nara, tapi sebelum itu Nara menatap kearah belakang, terlihat Dewangga juga tengah menatapnya, kemudian pemuda itu mengangguk.
"Ayo". Nara langsung berdiri dan bergandengan tangan dengan Indira.
"Kamu banyak hutang penjelasan padaku ra". Kata Indira dengan tatapan mengintimidasi nya.
"CK iya-iya nanti aku jelasin". Setelahnya mereka meninggalkan kelas dan menuju kearah kantin yang ternyata sudah banyak siswa/i disana yang sedang istirahat untuk sekedar mengisi perutnya.
"Setelah tidak terlihat satu Minggu ternyata Nara banyak berubah yah". Tutur Willi melihat kepergian keyra keluar kelas mereka.
"Maksudnya?". Tanya Abian yang tidak mengerti.
"Yah lihat saja dia tidak menghampiri marvel lagi, terus nggak caper juga tuh didepan Marvel. Pokoknya dia sangat berbeda dengan Nara yang dulu". Terang Willi menatap Marvel yang terlihat datar saja tapi dalam hatinya juga mengatakan hal yang sama seperti Willi. Hak itu membuat Marvel menjadi tidak tenang, karena nara sudah tidak menatapnya dengan tatapan cinta melainkan tatapan benci.
"Bagaimana menurutmu vel?". Tanya Willi yang selalu penasaran, layaknya wartawan selalu bertanya.
Marvel tidak menjawab, pemuda itu langsung berdiri dan berjalan keluar kelas, Willi sampai terbengong dibuatnya sedangkan Abian langsung menyusul Marvel keluar dan tinggalah Willi dan juga Dewangga di dalam kelas itu.
Willi menatap Dewangga langsung bergidik ngeri, apalagi melihat tatapan tajamnya membuat pemuda itu ikut keluar setengah berlari.
Dewangga tersenyum miring melihat Marvel yang terlihat kesal ketika Willi bertanya perihal Nara. Dewangga sangat menikmati ekspresi marvel yang menurutnya sangat lucu.
"Menarik...". Gumamnya kemudian melanjutkan tidurnya kembali, entahlah pemuda ini selalu saja tidur dikelas. Hanya jam pelajaran saja dia akan terbangun dan selebihnya dia akan tertidur sampai bel pulang sekolah berbunyi.
Suasana kantin terlihat begitu ramai saat ini, siswa/i berlalu lalang untuk memesan makanan mereka dan ada juga yang sudah menyantap makanan nya karena duluan datang ke kantin dan memesan makanan nya.
"Gimana sih ra? Kamu kok sampai nggak ke sekolah selama satu Minggu ?". Tanya Indira sambil menyuapkan bakso dalam mulutnya.
Nara belum menjawab pertanyaan sahabatnya sebab saat ini dia masih mengunyah juga bakso dalam mulutnya, setelah ditelan nya dia menghela nafas panjang dan menatap ke sekeliling nya yang ternyata banyak pasang mata dan telinga yang siap mendengar penjelasannya.
"Nanti aku jelasin pulang sekolah, tidak sekarang". Jawab Nara membuat Indira mendengus pelan.
"Lama ih".
"Nanti aku hubungi, nggak bisa disini". Balas Nara kemudian nge ide Indira karena sedang melihat geng Marvel yang tengah masuk dalam kantin, tak lupa princess mereka yang selalu mengikuti siapa lagi kalau bukan refa.
"Oke-oke baiklah". Akhirnya keduanya makan sesekali bercanda sebab Indira yang sangat aktif.
Refa yang melihat Nara tersenyum kecil, sebuah ide muncul di kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Y.A.K.A.D
Ficção AdolescenteIni bukan cerita transmigrasi tapi cerita dimana kekecewaan anak kandung yang sudah tidak bisa ditolerir lagi sebab keluarga nya lebih menyayangi anak angkat nya dibandingkan dengan dirinya yang notabene anak kandung dirumah itu. Hingga di sadar dan...
