43. adik kecilku sudah hilang

806 40 7
                                        

Nara termenung didalam kamar kost nya, apalagi mengingat perkataan dari ibu Asri. Entah kenapa dia terus kepikiran apa yang diucapkan oleh ibu kost nya itu.

"Aku kenapa sih? Mikirin terus apa yang dikatakan Bu Asri". Nara terus menggelengkan kepalanya, coba mengusir apa yang saat ini ada dipikiran nya.

Karena tidak mau memikirkan hal-hal yang dapat membuatnya pusing, gadis itu keluar dari kamar kost nya.

Tak lupa mbawa dompet sebab ingin berbelanja ke minimarket dekat kost nya.

Minimarket itu adalah milik Bu Asri juga, selain memiliki kost ternyata Bu Asri juga menjual dengan membuka minimarket.

nara berjalan dengan bersenandung kecil, sambil melihat-lihat ke kanan dan ke kiri. Ternyata bukan hanya ada kost nya yang ada dilingkungan itu melainkan banyak kost dibagian sana bahkan ada juga yang bertingkat.

Tak terasa akhirnya Nara telah sampai didepan minimarket dengan bertuliskan 'BUASMART'.

Nara langsung masuk ke dalam nya, ternyata banyak juga orang didalam sana. Gadis itu tidak heran sih sebab banyak motor dan mobil berada diparkiran depan.

Gadis itu mulai berjalan untuk mengambil kebutuhan nya, tapi saat ingin mengambil coklat, tiba-tiba seseorang memanggilnya.

"nara...". Ucap orang itu pelan tapi masih bisa nara dengan.

Berbalik menatap siapa yang telah memanggilnya, wajah yang tadi nampak senang kini berubah jadi datar.

Entah kesialan apa hingga dia bisa bertemu dengan orang yang kini sedang menatap nya, pikiran nara.

Tanpa mengucapkan apapun Nara langsung pergi,rasanya begitu muak hanyabuntuk melihat wajah orangbyang tadi memanggilnya.

"Ini mbak". nara memberikan barang belanjaan nya, dia segera ingin keluar dari tempat itu.

"Total nya delapan puluh enam ribu kak". Ucap kasir itu dengan senyum ramah nya.

Dengan cepat keyra mengeluarkan uangnya dari dompetnya dan memberikan pada mbak kasir.

"Kita lagi ada promo Snack kak, beli dua gratis satu, kakak nya mau?". Tawar mbak kasir itu, membuat nara menghelanafas pajang.

"Ya sudah sekalian mbak".

Sang kasir mengangguk tak lupa senyum menghiasi wajahnya. Kemudian memasukkan barang belanjaan nara tak lupa memberikan struk dan juga kembalian nya.

nara segera keluar dari minimarket itu, tapi

lagi-lagi langkahnya terhenti sebab orang yang tdi memanggil namanya ternyata sudah berada diluar.

"Bisa kita berbicara?". Orang itu menatap narra penuh harap.

Seakan tuli, nara tidak memperdulikan nya dan berjalan begitu cepat tapi orang itu langsung mencekal tangannya.

Dengan kasar nara menghempaskan tangan itu, tatapan nya begitu datar dan dingin.

"Jangan nyentuh gue dengan tangan kotor Lo itu".
Sinis nara.

"Aku hanya ingin berbicara sebentar".

Disini lah mereka berdua, duduk didepan minimarket karena ada kursi dan juga meja disiapkan disana.

Sedari tadi keduanya hanya diam saja, Nara memutar bola matanya malas.

"Jika Lo nggak mau bicara, gue pulang. Buang-buang waktu saja".

"Tunggu".

Hembusan nafas kasar keluar dari mulut orang yang tengah berada didepan nara.

Y.A.K.A.D Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang