Flashback
Seorang wanita tengah mengendap-endap masuk kedalam kamar majikannya, setelah kepergian istri dari majikannya, pembantu itu nekat memasuki kamar sang majikan.
Ceklek
Ditatapnya pada sekeliling kamar yang bernuansa putih dengan desain mewah membuat matanya berbinar-binar, pembantu itu kemudian beranjak menuju ke tempat dimana majikannya menyimpan berbagai pakaian yang tentunya harganya sangat mahal.
"Wah bagus sekali, semua ini sangat cocok untuk ku". Ujarnya menatap pakaian itu dengan berbinar-binar.
Diambilnya salah satu pakaian yang menurut nya paling bagus, kemudian mencobanya dan berputar-putar didepan cermin sesekali pembantu itu tertawa kecil melihat penampilannya yang berbeda.
"Ahhh sungguh begitu menyenangkan menjadi orang kaya".
"Aku akan menyingkirkan Fani dan akan menjadi istri dari Dirga Mahendra. Ah memikirkan hal itu saja membuatku senang".
"Aku akan menggoda tuan Dirga dengan tubuh ku ini hahaha". Tawannya menggema disetuap sudut kamar itu.
"Rasanya sudah tidak sabar lagi".
Setelah puas berada dikamar majikannya, bahkan pembantu itt mencoba berbagai macam scincare dan juga alat make-up .
Saat ingin keluar tiba-tiba seseorang juga ingin masuk dalam kamar itu, pembantu itu begitu terkejut tapi dengan cepat mengganti wajah terkejutnya dengan wajah santai.
"Kenapa kamu berada dikamar saya?". Tanya dirga dengan wajah datarnya.
"Ah ma-maaf tuan, tadi saya disuruh untuk membersihkan kamar tuan dan nyonya, karena mbok Darni sedang melakukan sesuatu.
Dirga menatap intens pembantu itu, dengan wajah amarahnya. "Lancang!!! Cepat pergi dari hadapan ku".
Pembantu itu segera pergi dan turun kelantai bawah dengan wajah tersenyum malu-malu, dia mengira jika tuannya sudah tergoda dengannya. Apalagi saat ini dia sedang memakai pakaian dengan belahan dada yang sangat terlihat jelas.
"Bagaimana yah rasanya di gagahi oleh. tuan Dirga. Ouhhh memikirkan nya saja aku sudah basah seperti ini bagaimana merasakannya, ini sangat membuatku gila". Gumamnya menggigit bibir bawahnya.
"Loh Wati ngapain kamu disini senyum-senyum sendiri". Lamunan pembantu yang bernama Wati itu terhenti, padahal dia sedang membayangkan sedang menyatu dengan Dirga, sungguh pikirannya begitu kotor.
"CK ganggu saja". Balas Wati.
Wisnu yang melihat Wati begitu seksi langsung menelan ludahnya kasar, apalagi melihat sesuatu yang membuat semua mata laki-laki berbinar terpampang nyata didepan sana.
Wati yang menyadari tatapan Wisnu menyeringai. "Kenapa melihat ku seperti itu? Kamu tergoda sama tubuh indah ku ini ?". Tanya Wati.
"Kamu kok berpakaian seperti itu sih, kita ini lagi kerja tau nggak. Nanti nyonya andita melihatnya kan bisa marah dia". Tegur Wisnu tapi matanya masih saja terus menatap kearah Wati.
"Kamu mau?". Tanya Wati mulai menggoda Wisnu.
"M-mau apa wati?".
"Ayo kita ninu-ninu dulu, aku bikin kamu puas sampai merem melek deh". Wati langsung mengajak Wisnu masuk dalam kamar nya, tentu Wisnu tidak akan menolak nya apalagi Wati sendirilah yang mengajaknya.
"I-ini beneran Wati? Kamu nggak bohong kan? Nggak lagi nge prank aku?". Tanya Wisnu sekali lagi memastikan.
"Nggak lah, aku juga pengen".
KAMU SEDANG MEMBACA
Y.A.K.A.D
Roman pour AdolescentsIni bukan cerita transmigrasi tapi cerita dimana kekecewaan anak kandung yang sudah tidak bisa ditolerir lagi sebab keluarga nya lebih menyayangi anak angkat nya dibandingkan dengan dirinya yang notabene anak kandung dirumah itu. Hingga di sadar dan...
