28. Fitnah + Teman masa kecil Celi

71 8 0
                                        

Krukk!

Krukk!

Perut Celia tiba-tiba berbunyi, pertanda ia lapar dan ingin makan.

"Rain! Menantu Mommy laper tuh, kamu malah enak-enaknya meluk Celia, sampe lupa kan kalo Celia belum makan!" ucap Mommy Elrain dengan ketus.

Rain teringat, ia langsung melepaskan pelukannya, dan beralih pada ponselnya.

"Mau makan apa, hmm?" tanya Rain.

"T-Terserah, " jawab Celia dengan seribu kata terserah nya.

Rain pun langsung memesan semua makanan.

Tak berselang lama kemudian....

"Permisi tuan muda, di depan banyak yang bawa makanan, katanya pesenan tuan." ucap salah satu security mansion.

"Hmm, bawa kesini semua," balas Rain.

Security itu pun mengangguk, tak lama kemudian, para pengantar makanan tadi mulai memasuki mansion dengan membawa puluhan aneka makanan.

"Permisi tuan muda, kami harus menaruh ini dimana?" tanya salah satu pengantar makanan tersebut.

"Disini," jawab Rain seraya menunjuk meja sofa, memang sofa dan meja nya ini bukan mini, melainkan lebar dan besar. Setelah selesai menaruh makanan, Rain langsung berbicara.

"Makan aja babe,"

Celia menatap panik kearah keluarga besar Rain, ia panik sejadi-jadinya karena bingung harus berbuat apa.

"Mau kita bantu ga, kakak ipar?" tanya Bara tiba-tiba.

Celia pun mengangguk semangat, huhh untung saja ada yang mau membantu disaat ia kesulitan. Ia tak enak jika harus makan banyak seperti ini tapi keluarga Rain tidak ditawarkan.

Akhirnya para sepupu-sepupu Rain pun mulai membantu Celia menghabiskan makanan.

"Oma, Mommy El, semuanya. Ayo makan, " ucap Celia dengan ramah.

Keluarga Rain yang mendengar itu pun hanya mengangguk sambil tersenyum.

Dan makanan yang terakhir adalah cupcake! Itu adalah makanan penutup kesukaan Celia.

Celia langsung memakan cupcake yang memiliki cream begitu banyak, sampai-sampai belepotan. Membuat seluruh keluarga Rain terkekeh kecil saja.

Rain menarik pinggang ramping Celia sampai berdekatan dengan tubuh kekar Rain, Rain mengusap cream yang berada di sudut bibir Celia dengan ibu jari nya, setelah itu Rain langsung menjilati ibu jari nya sendiri.

"Jorok tau!" bisik Celia.

"Aku suka kalo bekas kamu," bisik Rain.

Setelah acara makan-makan selesai, Celia memutuskan untuk pergi ke kamar saja, karena Rain tak memberi tahu Celia harus pulang atau tidak.

Celia memilih menaiki anak tangga saja dari pada lift.

Sesampainya di lantai dua, Celia menyempatkan melihat lantai pertama sambil berdiri di tangga paling atas.

Kebetulan Rain tidak ikut bersama Celia, mungkin Rain akan menghabiskan waktunya terlebih dulu bersama keluarga besarnya.

"Mansion nya luas banget," gumam Celia.

Tiba-tiba seorang gadis menghampiri Celia dengan senyuman yang tak bisa diartikan itu.

"Heh, lo dateng-dateng ke keluarga gue udah bisa ngalihin perhatian mereka ya! Inget, lo itu cuma cewek s14l*4n!" ucap gadis tersebut. Celia hanya keheranan melihatnya.

Celia & Rain [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang