14. Putus

874 43 3
                                        

No plagiat!
💢❗• Harap like sebelum membaca
⚠️Jangan jadi pembaca gelap⚠️


°

°
Sesampainya dirumah Celia, Rain langsung pamit pergi dengan teman-teman nya untuk pulang. Celia pun menyetujui itu, ia juga masuk kedalam rumah nya dengan membawa kucing yang telah tertidur lelap dalam gendongan nya.

Celia membersihkan dirinya, dan memakai baju tidur bergambar doraemon nya itu.

Tingg!

Terdengar suara notifikasi pesan masuk dari aplikasi hijau milik Celia. Celia langsung saja membuka isi pesan tersebut.

Saat melihat isi pesan itu, Celia sangat ingin menangis sekencang-kencang nya.

Bubbie
kita putus aja, gue udah muak sama tingkah laku lo yang kekanak-kanakan.

Begitulah kira-kira isi pesan yang dikirim, membuat Celia tak tahan lagi untuk mengeluarkan air mata nya.

"Hikss, kenapa kak Rain tega ninggalin Celia? Celia tau Celia emang kekanak-kanakan. Tapi kenapa harus secepet ini ya Tuhan? " batin Celia dengan air mata nya yang mengalir deras.

"Princes, kamu gapapa? " tanya Arga dari luar kamar Celia.

Celia yang mendengar suara abang nya pun langsung cepat-cepat menghapus air matanya.

"Celia gapapa bang" jawab Celia tanpa membukakan pintu, biarkan saja jika abang nya mau diluar atau masuk sekalipun. Ia sama sekali tak bersemangat sekarang.

"Yaudah, kalo ada apa-apa kabarin abang" teriak Arga yang dibalas deheman oleh Celia.

Malam itu pun hanya penuh dengan suara isak tangis dari seorang gadis kecil. Celia namanya.

~~~

Waktu terus berputar sampai akhirnya mentari pagi menyinari bumi. Membuat seorang gadis mulai terbangun dari tidur nya dengan mata yang sembab.

"Eunghh" lenguh Celia yang terkena sinar matahari.

Ia melihat jam, ternyata sudah lumayan siang untuk berangkat sekolah. Langsung saja Celia membersihkan dirinya dan memakai seragam sekolah.

Lalu Celia turun ke lantai pertama dengan tas nya yang sudah siap ia gendong.

"Morning semuanya" ucap Celia tanpa berteriak-teriak lagi.

"Tumben bener ni anak" batin Steven heran, biasanya pagi hari nya disambut oleh teriakan mavt dari sang adik.

"Celia? Mata kamu kok sembab begitu? " tanya Mommy Celia mulai curiga.

"E-Eumhh tadi malem Celia nonton drakor yang sedih Mom" jawab Celia berbohong.

"Astaga kamu ini, yaudah ayo makan dulu" ucap Mommy Celia yang dibalas anggukan oleh Celia.

Keluarga cemara itu pun memulai acara sarapan pagi nya dengan tenang dan nikmat. Tanpa ada suara sedikit pun, karena mulai sekarang keluarga mereka memakai aturan tidak berbicara saat makan.

Menit-permenit berlalu, acara sarapan mereka pun selesai.

"Bang, anter Celia dong" pinta Celia pada Arga.

"Boleh princes" jawab Arga, karena ia melihat mata-mata Celia ini sedang ada masalah dengan Rain.

Celia pun tersenyum saat mendengar jawaban Abang nya. Arga dan Celia pun berpamitan kepada keluarga mereka, Celia lebih dulu keluar rumah. Sedangkan Arga sedang mengambil kunci motornya di kamar.

Saat Celia keluar dari rumahnya, nampak tak ada seorang pun yang menunggu nya seperti dulu dipintu gerbang.

"Huhh, buat apa Celia berharap lagi? " batin Celia.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang