13. Perkara bubur + cera

997 50 0
                                        

No plagiat!
❗💢• Harap like sebelum membaca
⚠️Jangan jadi pembaca gelap⚠️


°

°
Pelajaran demi pelajaran telah murid-murid SMA Rain'C Elrain lewati. Tak terasa, sekarang saat nya murid-murid pulang sekolah.

"Gue duluan ya, supir gue udah jemput soalnya" pamit Asya pada Celia.

"Okee kak Asya" balas Celia.

Asya pun menaikki mobil jemputan nya dan melesat pergi meninggalkan Celia sendiri.

Celia celingak-celinguk mencari keberadaan ojek atau yang lainnya. Namun nihil, tak ada satupun ojek atau taxi yang lewat, keadaan sekolah juga semakin sepi.

"Ayoo naik" ajak Rain yang tiba-tiba ada disamping tubuh Celia dengan motor sport nya yang sedang ia naikki.

Dibelakang Rain juga ada teman-teman nya.

"Eumm, apa ga ngerepotin bub? " tanya Celia. Karena semenjak ia berpacaran dengan Rain, rasanya seperti selalu membebani Rain setiap hari.

"Sayang? Aku bilang kamu gapernah ngerepotin aku, aku malah suka kalo direpotin sama kamu. Ayo naik" ujar Rain.

Celia yang mendengar itu hanya manggut-manggut dan mulai menaikki motor sport milik Rain. Karena apa gunanya ia menunggu ojek atau taxi yang tidak ada kepastian.

Rain pun mengantarkan Celia kerumah nya, diikuti oleh teman-teman Rain juga.

Ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba cacing perut Celia berteriak minta diberi makan. Berbunyi maksudnya, hehehehe.

Krukk!
Krukkk!

Cacing perut Celia meronta-ronta, kebetulan ia belum makan sejak tadi siang. Sedangkan sekarang saja sudah sore menjelang malam.

Rain bertanya pada Celia sambil mengendarai motornya melewati para pedagang makanan yang ada dijalan.

"Laper sayang? " tanya Rain.

"Iyaa bubbie" jawab Celia lemas.

"Yaudah, mau makan apa hmm? " tanya Rain kembali sembari fokus ke jalan yang akan ia lalui dengan motornya.

"Buburr" jawab Celia yang tiba-tiba ingin bubur.

Rain langsung saja mencari pedagang bubur dijalan, diikuti oleh teman-teman Rain juga.

Sampai Rain menemukan pedagang bubur, ia langsung memberhentikan motornya lalu turun, begitu juga Celia. Teman-teman Rain yang melihat itu ngikut aelah ngabb.

"Huwaaa Celia lupaa, uang Celia kan udah habis" batin Celia ingin berteriak.

"Bubbie" panggil Celia pada Rain.

"Apa sayang " jawab Rain.

Celia berjinjit untuk membisikkan sesuatu ditelinga Rain.

"Pulang aja yuk" bisik Celia.

"Kenapa pulang sayang? Mood kamu berubah? Mau apa selain bubur? Bakso? Mie? Seblak? " bisik Rain juga, karena ia tahu bulat jika gadis nya hanya ingin bisik-bisik berdua.

"Bukan ituu" balas Celia dengan berbisik juga, intinya mereka lagi bisik-bisik lah guys. Tentunya tidak ada yang mendengar selain mereka berdua.

"Trs apa, hmm? " tanya Rain.

"Uang Celia habiss" jawab Celia yang tak berjinjit lagi dan memasang wajah cemberut. Tetapi ucapan nya itu tidak didengar oleh semua orang kecuali Rain.

Nih kagak bisik-bisik lagi.

"Makan sepuasnya sayang, masalah uang sama aku. Gausah gaenakan gitu. Aku kan pacar kamu" ucap Rain seraya memeluk tubuh Celia. Bj1rr ini kebanyakan aku-kamu yakk.

Celia & Rain [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang