50. Ending

16 3 0
                                        

DRAFT : 28-1-2024
PUBLISH : 31-12-2025
                                              

•••

"Segala sesuatu, akan terasa begitu hampa, jika tak ada dirinya. "

-Celia for Rain

"Memulai kehidupan baru, di dunia baru. Bersamamu."

-Rain for Celia

                          -------

"Kalo laper makan, kalo haus minum, kalo iri? Bilang babu!"

-Asya arsyila

"Cinta tak bisa di paksa, jika di paksa bukan cinta namanya. "

-Bima askara bintang

•••

sumpah demi apa?
udah ending aja dong, huhuu😭.

makasih banyak-banyak buat para pembaca yang selalu setia sampai part 50 ini,

ga nyangka banget udah sampe part 50, huhuu!

rasanya gasabar banget buat cepet-cepet up sampe ending😙

pokoknya banyak-banyak makasih deh buat kalian🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻

pengen tau sad end atau happy end?
Mari baca part ini!

Selamat membaca🫶🏻.


°

°

°
-> Pukul 23:00

Malam ini penuh dengan kebahagiaan serta kemeriahan.

Acara pesta ulang tahun Celia terus berjalan dengan lancar, tamu-tamu berdatangan dengan ramai.

Mereka semua menikmati hidangan yang ada dengan lahap, mereka juga turut ikut bahagia.

Masalah dulu yang datang berusaha dilupakan, mereka akan menikmati kebahagiaan di masa depan.

Percaya. Kebahagiaan mereka telah menanti dan pasti akan datang suatu saat nanti.

Cukup untuk tersakiti, dan mulailah memperbaiki diri.

Menjadi lebih baik, dan memperbanyak motivasi untuk bangkit.

Omongan orang lain tak perlu di masukan ke dalam hati, soalnya tidak penting sama sekali.

Celia dan Rain? Kebahagiaan mu di masa depan akan menanti.

Kini keluarga besar Rain dan keluarga Celia sedang berkumpul sambil mengobrol-ngobrol masalah ringan ataupun pekerjaan, atau mungkin rutinitas setiap harinya.

Celia menepuk-nepuk pelan kepala Rain yang tengah tertidur nyenyak di dadanya, begitu juga Marklii yang ikut tertidur.

Beginilah seorang dua bayi yang selalu di pertemukan.

"Udah cocok banget ya jadi istri Rain!" seru Oma.

Celia tersenyum malu saat mendengar itu, pipinya memerah bak tomat.

Rain mengerjapkan matanya, ia terbangun tapi tidak langsung melepaskan pelukannya.

"Kalo udah nikah, jangan lupa buat cucu yang banyak ya!" Mommy Elrain tersenyum sumringah.

"Berapapun Rain mampu, " ucap Rain yang mendapatkan geplakan kecil oleh Celia.

"Awshh ... Sakit, " Rain mendongakkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang