48. Muakkk

13 3 0
                                        

No plagiat!
💢❗• Harap vote sebelum membaca
⚠️Jangan jadi pembaca gelap⚠️


°

°

°
Mentari pagi menyinari bumi, dunia dengan hari baru mulai di buka di lembaran baru.

Semoga hari ini lebih baik!

Celia bangun dari tidurnya, tentu dengan keadaan yang acak-acakan.

Rambut yang acak-acakan, juga matanya yang memerah serta sembab.

Celia menangis kembali? Ya. Jawaban yang tepat!

Semalaman ia menangis, dan tentu membuat matanya menjadi sembab.

Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, Celia melangkah menuju kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.

Setelah selesai, Celia mulai memakai seragam sekolah dengan rapi. Ia harus menghabiskan waktunya dengan bahagia untuk besok, karena besok adalah hari Minggu.

Hari dimana semua murid-murid yang bersekolah akan libur, tentu itu sangat membahagiakan. Celia menggendong tasnya, ia menuruni anak tangga menuju lantai pertama.

Tadi pagi Celia tak mendapatkan teriakan dari Mommy-nya itu, entah mengapa.

Terasa sunyi dan sepi, biasanya pagi-pagi buta selalu di sambut oleh teriakan manusia.

Celia melihat keluarganya telah berkumpul di meja makan, ia segera duduk di kursi dan mengambil nasinya sendiri.

Biasanya keluarga Celia menyambut Celia dengan kata-kata hangat mereka, namun untuk hari ini. Keluarga Celia diam seribu bahasa dengan menampilkan wajah datarnya.

Celia melahap makanan dengan lesu, memperhatikan keluarganya yang cuek-cuek saja, bahkan terlihat tak peduli sama sekali.

Setelah Celia selesai dengan sarapan paginya, Celia langsung berpamitan pada keluarganya itu.

"Celii berangkat dulu, assalamu'alaikum." Celia mencium punggung tangan keluarganya secara bergantian.

"Waalaikumsalam," Jawaban keluarga Celia mampu membuat Celia terkejut, bagaimana tidak? Biasanya keluarga Celia selalu memberi ucapan untuk perpisahan sebelum Celia berangkat sekolah.

Mungkin seperti, "hati-hati di jalan, ya sayang. "

Namun sekarang suara itu tak terdengar, suara yang sangat-sangat Celia rindukan saat ini, ia butuh semangat untuk menghadapi cobaan yang akan mendatang!

Ayo kasih Celia semangat, para pembaca!

Celia keluar dari mansion, tak ada jemputan seperti dulu lagi sekarang.

Ia berjalan kaki ke sekolah kemarin, dan sekarang juga.

"Oke, semangat Celia!" Celia menyemangati dirinya sendiri seraya melangkahkan kaki.

Celia telah sampai di sekolah. SMA Rain'C Elrain.

Semua murid-murid mulai menatap Celia dengan tatapan keheranan, bahkan ada juga yang cuek tak peduli sekarang.

Tak menghiraukan semua itu, Celia langsung melangkah menuju ke dalam sekolah untuk sampai di kelasnya.

Perjalanan melewati koridor panjang, kini telah usai.

Celia telah sampai di kelasnya, ia langsung masuk ke kelasnya dengan wajah datar.

Saat membuka pintu kelasnya, wajah Celia yang tadinya datar kini tersenyum sumringah.

"Kak Asya!" Celia menghampiri Asya yang tengah terduduk sambil tersenyum ke arahnya.

"Lo gak kangen gue apa? Hiksss jahat banget. " Asya bangkit, ia memeluk tubuh mungil Celia.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang