•
°
Waktu terasa begitu cepat, kesedihan terasa begitu lambat.
Pukul 15.30
Bel pulang sekolah berbunyi, membuat semua murid-murid yang bersekolah bersorak ria. Mereka mulai pergi berbondong-bondong menuju ke parkiran untuk mengambil kendaraannya masing-masing.
Disisi lain...
"Babe, ayo pulang." Rain membangunkan gadisnya yang tertidur pulas.
"Eungh... " Celia melenguh sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.
"Bubbie," panggil Celia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya sayang, kenapa, hm?" Rain bertanya dengan lembut, selembut uang merah segepok yang berada di tangan.
Celia langsung memeluk tubuh kekar Rain secara pelan-pelan, karena tubuhnya sendiri juga sedang kesakitan.
"Kangen, hm?" Helaan napas Rain menerpa l€her Celia, seketika Celia merasa sensasi yang aneh.
"Iya, kangen Malklii!" Celia menjawab dengan raut wajah sendu.
Rain yang mendengar itu sedikit kesal, kesal karena Marklii maksudnya.
Marklii : salah aku apa ya, kak?
Celia melepaskan pelukannya perlahan-lahan, tubuhnya kembali merasakan sakit.
"Awsh, " Celia meringis berkali-kali sambil memegangi beberapa bagian tubuhnya.
"Babe, yang mana yang sakit? Mau aku elus-elus? Aku urut-urut? Pake salep ya? Apa mau ke rumah sakit? Ayo bilang apa yang sakit, babe." Rain bertanya dengan memasang wajah cemas.
Celia tersenyum. "Gapapa kok, Celi dan spidelmen!" Celia sempat-sempatnya bercanda saat tubuhnya terasa sakit.
"Jangan gitu deh, Rain beneran khawatir tau." Rain memasang wajah cemberutnya.
"Iya-iya sayang," Celia membalas dengan senyuman jail.
"Mana yang sakit, hm?" Rain kembali bertanya, berharap mendapatkan jawaban yang benar-benar.
Celia langsung menunjukkan beberapa bagian tubuhnya yang amat terasa sakit.
Rain terperangah, Celia menunjukkan begitu banyak bagian yang lebam dan membiru.
"Kita pulang sekarang ya, sayang." Rain mulai menggendong tubuh mungil Celia.
Celia pasrah-pasrah saja, tohh tak mungkin ia akan berdiam di sekolah semalaman.
Sampai akhirnya di depan gerbang sekolah, terlihat sebuah mobil mewah terparkir dengan jelas. Mungkin harganya milliaran, catnya yang berwarna keemasan membuat kesannya begitu tambah mewah.
Rain memasukkan Celia ke dalam mobil tersebut, tak heran jika dalamnya juga tampak mewah!
Setelah Celia duduk, Rain pun ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
"P-Punya bubbie?" tanya Celia.
"Iya, sayang." jawab Rain yang membuat Celia melongo.
Beginilah jika mempunyai kekasih tajir melintir tujuh turunan.
"For you, babe." Rain menunjuk kearah belakang bagasi mobil.
Seketika Celia terperanjat kaget, disana banyak sekali barang-barang branded dari kalangan artis papan atas.
Tas channel dan lain sebagainya ada disana, beberapa cemilan juga memenuhi isi bagasi mobil mewah ini. Bunga cantik dan juga beberapa peralatan makeup ada disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celia & Rain [END]
Novela JuvenilCerita ini tidak di publikasikan di platform lain! Saya tidak punya akun lain selain akun ini, dan cerita ini hanya di publikasikan di platform Wattpad! Dengan username : @Naluvvmine ••• Celia Nayala Anastasya. Gadis cantik dan polos yang memiliki...
![Celia & Rain [END]](https://img.wattpad.com/cover/346746616-64-k43081.jpg)