•
°
•
°
•
°
Hari mulai semakin gelap, Rain memutuskan untuk pulang, Celia juga memutuskan untuk beristirahat.
Malam yang sunyi, hanya ditemani oleh bulan dan bintang, bintang yang bersinar membuat hati ku yang rapuh ikut bersinar kembali. Walaupun luka yang ku alami begitu dalam, namun akan ku usahakan untuk ku tutupi.
~~~
Keesokan harinya, mentari pagi menyambut hari baru.
Semua orang mulai menjalani aktivitasnya masing-masing.
Begitu juga Celia, ia melakukan aktivasinya seperti biasa. Sebelum sarapan pagi, Celia mandi terlebih dahulu.
Selesai dengan ritual mandinya, Celia menyempatkan untuk bercermin.
'Apa udah perfect?' batin Celia bertanya-tanya sambil memainkan wajahnya sendiri.
"Celia, sarapan pagi dulu. Nak. " ujar Mommy Celia, tumben tidak teriak-teriak. Pikir Celia.
"Iya Mom, Celi kebawah. " balas Celia yang langsung beranjak dari duduknya dan langsung menggendong tas nya itu. Setelah selesai, Celia langsung turun ke lantai pertama untuk memulai sarapan pagi.
Keluarga Celia pun mulai dengan sarapan pagi nya dengan nikmat tanpa ada yang membuka suara.
Selesai dengan acara sarapan pagi nya, Celia langsung berpamitan kepada keluarganya itu.
"Assalamu'alaikum," pamit Celia seraya m3nc1vm punggung tangan keluarganya secara bergantian.
"Waalaikumsalam," balas keluarganya.
Keluarga Celia tak lagi mengantarkan Celia ke sekolah, karena mereka sudah tahu jika sekarang ada Rain yang selalu menjemput Celia tanpa diminta. Keluarga Celia hanya menerima-menerima saja. Tohh direstui juga hubungan mereka berdua.
Celia keluar dari mansion keluarganya, saat keluar, Celia sudah disuguhkan oleh sosok pria tampan yang tengah menunggu nya di gerbang. Disana juga ada security, sepertinya sedang berbincang-bincang dengan Rain.
"Morning bubbie, " ucap Celia.
"Morning too, babe. " balas Rain.
"Morning Pak Slamet, " ucap Celia kepada Pak Slamet-securty mansion.
"Selamat morning juga non, saya mah gatau morning mirning." balas Pak Slamet yang membuat Rain dan Celia terkekeh kecil.
"Berangkat, hmm?" tanya Rain yang dibalas anggukan oleh Celia.
"Duluan ya, Pak. " ucap Celia pada Pak Slamet seraya naik ke atas motor sport Rain.
"Iya non, " balas Pak Slamet.
Celia dan Rain pun melesat pergi dari area mansion keluarga Celia, mereka berdua pergi menuju ke sekolah.
"Punya majikan baik banget sih, " batin Pak Slamet yang bahagia.
~~~
Happ!
Celia turun dari motor sport Rain dengan baik!
Tak baik nya adalah teriakan murid-murid yang histeris saat melihat Celia dan Rain.
"Lucuu, " ucap Celia saat melihat rambut Rain.
"Dan tampan .... " lirih Celia tanpa ingin didengar oleh siapapun, sayangnya Rain mendengar lirihan Celia.
"Kamu juga lucu, dan cantik. " ujar Rain yang tiba-tiba menyingkirkan beberapa rambut yang menghalangi wajah cantik Celia.
Blushh!
Pipi Celia memerah bak tomat.
Tiba-tiba Rain mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celia & Rain [END]
Fiksi RemajaCerita ini tidak di publikasikan di platform lain! Saya tidak punya akun lain selain akun ini, dan cerita ini hanya di publikasikan di platform Wattpad! Dengan username : @Naluvvmine ••• Celia Nayala Anastasya. Gadis cantik dan polos yang memiliki...
![Celia & Rain [END]](https://img.wattpad.com/cover/346746616-64-k43081.jpg)