11. Martabak

1K 51 0
                                        

❗💢• Harap like sebelum membaca
⚠️Dilarang menjadi pembaca gelap⚠️

part pendek lagi 🙂
°

°
Pvkvl 17:35

Kini Rain tengah mengantar Celia pulang.

Sesampainya dirumah Celia.

"Babayy bubbie" ucap Celia.

"Bye sayang" balas Rain.

"Aku pulang dulu ya" ucap Rain yang dibalas anggukan oleh Celia.

Rain pun pergi dengan motor sport nya meninggalkan rumah Celia.

"EHEMM" dehem seseorang yang membuat Celia melihat ke asal suara.

"Cieee jadian nih ye" goda Steven.

"Apa sih Bang Stev? " ketus Celia dengan pipi yang memerah.

"Pj princes" ucap Steven.

"Pj? Apa itu pj? " batin Celia bingung.

"Ahh nanti tanya mbah google aja deh" batin Celia kembali.

"Hoammm" Celia menguap, agar Abangnya tak banyak omong lagi. Alih-alih membuat Abangnya menyingkir dari hadapan nya.

"Yaudah, princes Abang istirahat gihh" ucap Steven yang peka.

Celia pun masuk kedalam rumahnya diikuti oleh Steven.

Celia membersihkan diri nya terlebih dahulu. Setelah itu, ia langsung merebahkan diri nya dikasur empuk miliknya.

Tingg!

Terdengar suara notif pesan dari aplikasi hijau milik Celia.

Kak Rain
Hai sayang, udah makan blm hmm? Jangan lupa mandi ya cantik

Begitulah kira-kira pesan yang dikirim oleh Rain.

"Ohh iya, namanya belum Celia ganti" gumam Celia yang melihat nama kontak Rain.

Me
Celii sudah mandi bubbie

Bubbie
udah makan hmm?

Me
belumm

Bubbie
heii, kenapa belum makan sayang? Aku gamau kamu sampe sakit, aku kerumah kamu sekarang ya? Mau dibawain apa hm?

Me
akuu mau martabak bubb

Bubbie
yaudah, aku bawain martabak ya, tunggu aku🤍

"Huwaaa gakuat" gumam Celia saat melihat pesan yang dikirimkan oleh Rain.

Celia keluar dari rumah nya menuju halaman rumah nya yang terlihat sepi. Ia duduk dikursi taman kecil yang berada dihalaman rumah nya. Ya, Celia pastinya sedang menunggu bebeb Rain dong.

Tak berselang lama, terdengar suara deruh motor sport memasuki pekarangan rumah Celia.

Tampak sesosok pria tampan turun dari motor nya dengan membawa sebuah bingkisan.

"Bubbieeeee" ucap girang Celia saat melihat Rain, Celia langsung berlari kearah Rain dan memeluk nya.

"Kangen hmm? " tanya Rain.

"Kangenn" jawab Celia jujur.

"Yaudah, aku bawain martabak nya nih, makan dulu ya" ucap Rain kembali.

"Siapp" balas Celia.

Celia pun memakan martabak kesukaan nya dengan nikmat di taman kecil yang berada dihalaman rumahnya.

"Enak hmm? " tanya Rain yang dibalas anggukan oleh Celia.

Beberapa menit telah berlalu, Celia juga telah selesai dengan acara makan nya.

"Bubbiee" ucap Celia dengan nada manja nya.

"Apa hmm? " tanya Rain.

"Mau pelukk" jawab Celia.

"Gausah bilang juga apapun selalu boleh buat kamu sayang" ucap Rain seraya menarik tubuh Celia kedalam dekapan nya.

Lama-kelamaan, Rain tak melihat interaksi dari Celia. Berarti Celia sudah tertidur?

"Udah tidur ternyata" gumam Rain sambil tersenyum manis.

"EHEMM" dehem seseorang yang membuat Rain menatap ke asal suara.

"Bang Arga? " lirih Rain.

"Ciee, pj mana pj" goda Arga.

"Pj pala lo Bang" balas Rain.

Arga yang mendengar itu pun hanya terkekeh kecil.

"Bawa aja kekamar" ucap Arga.

"Hmm" balas Rain dengan deheman saja.

Rain pun mulai masuk kerumah Celia, ia merebahkan tubuh Celia dikasur milik Celia yang bergambar hello kitty.

"Good night my princes" ucap Rain seraya mengecvp singkat kening Celia.

Rain pun berpamitan pada Arga. Karena, kedua orang tua Celia mungkin sudah tertidur pulas, begitu juga Steven si pemalas.

Tak terasa, mentari pagi menyinari bumi. Pertanda bahwa ini sudah pagi.

"Eunghh" lenguh Celia.

Celia mengerjapkan matanya berkali-kali, ia kaget karena dirinya yang tiba-tiba sudah berada di kamar.

"Aduhh, apa Celia ketiduran ya? " gumam Celia.

"CELIA NAYALA ANASTASYA. MANDI BURUAN" teriak Mommy Celia yang hampir saja membuat gendang telinga Celia p3c4h. Bercanda.

"Iyaa Mommy" balas Celia yang berteriak juga.

"Dasar, punya anak pemalas semua. Huhh" gumam Mommy Celia.

Celia tak mau banyak melamun, langsung saja ia membersihkan dirinya. Dan ia menggunakan seragam sekolah khas SMA Rain'C Elrain.

"Morninggg" teriak Celia sambil menuruni anak tangga.

"Punya adek gini amat dah, untung sayang" lirih Steven yang hanya didengar oleh nya.

"Hadeuh, istri sama anak sama aja" batin Papa Celia.

"Puyeng gue lama-lama denger teriakan mulu" batin Arga.

"Wahh, anak Mommy udah cantik aja ya" puji Mommy Celia.

"Iya dong, kan anak Mommy yang cantik jelita satu ini" balas Celia seraya mencivm pipi Mommy nya.

"Yaudah, ayo makan dulu" ucap Papa Celia yang dibalas anggukan oleh anak dan istrinya.

Keluarga cemara itu pun sarapan dengan tenang dan nikmat tanpa ada gangguan. Tapi keluarga ku gak gitu, yeee semangat.


°

°
maaf buat kalian yang berekspetasi tinggi buat part yang dipanjangin, aku cuma bisa sampe ngetik segini doang. Makasii🥲.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang