35. ???

65 8 0
                                        

Pukul 17.40

Celia dan Rain tengah mengobrol-ngobrol keseharian. Keluarga mereka tetap tak kunjung datang, mungkin nanti malam.

"Gimana hari-hari nya disekolah, sayang?" tanya Rain.

Celia yang mendengar itu langsung murung, ia menundukkan kepalanya.

"Hei? Kenapa, hmm?" tanya Rain mengangkat wajah Celia.

Celia memberanikan diri untuk jujur, karena Celia juga sekarang sungguh tak tahan menanggung semuanya sendiri. Ia perlu seseorang untuk menjadi tempatnya bercerita.

"Celi s-selalu....Di bully," jawaban Celia membuat Rain terkejut seketika.

"Sama siapa babe? Ayo cantik ku, bisa jujur kan? Jujur aja sayang, Rain bakal dengerin semua cerita pacar Rain yang satu ini," ujar Rain yang berusaha terlihat menyenangkan Celia, walau hatinya sedang membendung amarah oleh seseorang yang telah menyakiti gadisnya.

"Celi liat nama di bajunya, Jessica Felover." ucap Celia.

Rain tertegun, bukan kah itu wakil ketua OSIS?

"Apa aja yang udah dia lakuin ke bubu, hmm?" tanya Rain kembali.

Celia mulai menceritakan aksi yang selalu Jessica lakukan setiap hari disekolah. Rain mengepalkan tangannya saat mendengar semua cerita gadisnya.

Mungkin setelah ini Rain akan mengeluarkan jiwa p5ikopat nya untuk para teman-temannya itu.

"Ini paling sakit, bubbie." ucap Celia seraya membuka sedikit bajunya untuk memperlihatkan bagian pinggang samping Celia.

Benar, disana nampak lebam kebiruan. Rain sangat marah saat melihat gadisnya diperlakukan tak baik seperti itu.

Rain mengusap pelan bagian pinggang Celia.

"Awsh...S-Sakit bubbie," Ringis Celia.

Rain langsung menghentikan usapan nya.

"Mana lagi yang luka, hm?" tanya Rain.

Celia menunjuk ke bagian, punggung, perut, p4h4, tangan, dan kaki.

Inget ya cuma nunjuk! Gak dibuka!

"Tidur sekarang ya sayang? Rain mau keluar sebentar, nanti suster jagain." ujar Rain yang dibalas anggukan oleh Celia.

Celia membaringkan tubuh nya di brankar, sebelum Rain pergi. Rain meng3cvp singkat kening gadisnya itu.

Rain keluar dari ruangan Celia, ia akan keluar dari rumah sakit tanpa sepengetahuan siapapun.

Setelah berhasil keluar dari rumah sakit, Rain langsung bergegas pergi menuju markas VARIOX.

Kedatangan Rain disambut hangat oleh para bodyguard, tapi Rain hanya menampilkan wajah datarnya.

BRAK!

Rain menendang pintu markas VARIOX dengan keras, seketika teman-teman Rain menegang.

"Tamatlah riwayat kita...." lirih salah satu teman Rain pasrah.

Aura dingin dan k€j4m dikeluarkan oleh Rain, teman-teman Rain langsung menciut seketika.

Walaupun keadaan Rain tak terlalu baik, tapi Rain masih cukup tenaga untuk m3mb4nta৷ dunia.

"LO SEMUA KENAPA GA JAGAIN CEWEK GUE, 4NJ1N9?!" teriak Rain murka.

Teman-teman Rain menundukkan kepalanya, benar yang dikatakan oleh Rain.

"LO SEMUA PUNYA MVLUT KAN? JAWAB!" teriak Rain kembali.

"K-kita semua, d-diserang mendadak, Bos. Sama genk ALASKA," ucap salah satu teman Rain yang memberanikan diri.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang