°
•
°
•
°
Celia perlahan-lahan mulai membuka penutup matanya. Dan ....
Dorr!
"HAPPY BIRTHDAY CELIA!" Sebuah kalimat yang seketika membuat Celia terharu dan bahagia sekaligus.
Melihat balon-balon yang diletuskan serta hiasan yang sangat-sangat mewah menghiasi setiap sudut mansion keluarga Rain.
Keluarga besar Rain berkumpul dengan senyuman yang terpancar bahagia, begitu juga keluarga Celia yang berada disana.
Celia meneteskan air matanya, ia sungguh terharu bercampur bahagia.
"Happy birthday, sayang!"
"Happy birthday, menantu Mommy yang cantik!"
"Happy birthday princess-nya Abang!"
"Happy birthday bestie kesayangan gue! Omaygat udah ada yang makin tua nih?!"
"Happy birthday, Celia. "
"Happy birthday kakak ipar!"
"Happy birthday!"
"Happy birthday Kak Celia!"
"Happi bilthdey Mommy!"
"Happy birthday, buketu kita!"
"Happy birthday, Nona!"
"HAPPY BIRTHDAY WOY, SEMOGA CEPET-CEPET BIKIN ANAK SAMA BANG RAIN!"
Ucapan-ucapan itu mampu membuat Celia bahagia tak karuan, melihat semuanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Hiasan dengan tema bunga tulip menghiasi seluruh sudut mansion keluarga Rain, dress yang dikenakan oleh wanita adalah warna pink. Sedangkan pria memakai tuxedo berwarna putih namun mahal serta berkelas.
Disana banyak sekali tamu yang berdatangan, mulai dari Asya, keluarga besar Rain, keluarga Celia, dan tentunya seluruh murid-murid SMA Rain'C Elrain.
Seorang pria tampan dengan wajah memerah langsung berlari menghampiri Celia, pria itu menangis sesenggukan dengan wajahnya yang memerah semua.
"Hikss ... Rain kangen!" Rain memeluk tubuh mungil gadisnya dengan isak tangis.
"Bubuu tau? Mommy itu jahat, Rain gak boleh ketemu sama bubuu! Huwaa, "
"Hikss ... Padahal Rain kangen banget sama bubuu!"
"Mommy sama Daddy jahat!"
"Hikss ... Rain pengen dusel, k৷ss, peluk, bobo berdua, sama di puk-puk!"
"Habis ini kita nikah aja, hikss ... Rain mau puk-puk sampe pagi!"
"Rain kangen, "
Rain mengoceh terus menerus dengan derai air matanya. Sungguh, Celia sedang menahan tawa sekarang.
Benarkah ini seorang Rain?
Cengeng?
Manja?
Itukah sifat Rain?
Celia menepuk-nepuk kepala Rain dengan pelan, sedangkan Rain masih menyembunyikan kepalanya tepat di dada Celia.
"Masa iya hari bahagia Celii, bubbie malah nangis sih? Ayo bayi kecil aku, nanti puk-puk lama ya, udah jangan nangis lagi. " Celia mengangkat wajah tampan Rain.
"Puk-puk lama?" Rain bertanya dengan wajahnya yang memerah karena menangis, bahkan bibirnya ikut memerah serta bergetar.
Celia mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celia & Rain [END]
Novela JuvenilCerita ini tidak di publikasikan di platform lain! Saya tidak punya akun lain selain akun ini, dan cerita ini hanya di publikasikan di platform Wattpad! Dengan username : @Naluvvmine ••• Celia Nayala Anastasya. Gadis cantik dan polos yang memiliki...
![Celia & Rain [END]](https://img.wattpad.com/cover/346746616-64-k43081.jpg)