42. ???

7 5 0
                                        



°

°

°
"Sayang, kenapa?" Rain bertanya dengan mengendarai motor sportnya yang berada di samping tubuh Celia.

Celia tak menjawab, ia terus melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Rain.

"Taksi!" Celia berteriak saat sebuah taxi lewat.

Taxi itu pun berhenti, dengan cepat Celia langsung masuk ke dalam mobil tersebut.

Rain menghentikan langkah Celia berkali-kali, namun Celia tak menggubris itu sama sekali.

Rain menghela napas kasar, ia mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Arghhh!"

~~~

Sesampainya Celia di sekolah, murid-murid lain mulai membicarakan Celia tentang keberangkatannya yang tak bersama Rain.

Sebagian dari mereka merasakan bahagia, karena mereka bisa pepet Rain sampai ujung dunia.

Celia menampilkan wajah biasa, namun sebagian dari murid-murid yang ada tetap menganggap wajah Celia sangat-sangat lucu. Ya walaupun memang benar kenyataannya.

Celia mulai berjalan menuju kelasnya, sesampainya ia dikelas. Celia langsung melamun entah memikirkan apa.

Disisi lain ....

Rain baru saja datang ke sekolah, seketika seluruh murid-murid yang ada langsung berteriak histeris.

"OMG AYANG RAIN!"

"Roti sobeknya gak main-main!"

"Sumpah, gue jadi salting sendiri!"

"Badannya bikin gue klepek-klepek anjir!"

"Kekar dan berotot, njirlah."

"RAIN I LOVE YOU!"

"I LOVE YOUR BODY!"

"I LIP YIR BIDI. "

"AAAAAA, GUE MAU PINGSAN!"

Teriakan murid-murid menggema di halaman sekolah. Sedangkan Rain hanya memasang wajah frustasinya.

Mata Rain berkaca-kaca, takut jika ia tak akan mendapatkan hug, dusel, dan k*ss lagi dari Celia.

Dari kejauhan terlihat segerombolan teman-teman Rain datang menghampiri Rain.

"Pakbos, kenapa mukanya kek mau nangis gitu?" tanya salah satu teman Rain dengan berani. Karena jika salah bertanya sedikit, pasti orang itu akan kena sikat.

"Cewek gue ngehindar, gue gatau karena apa... " Rain menjawab dengan wajah yang lesu.

"Pakbos gatau? Video pakbos kan viral dimana-mana. " Salah satu teman Rain kembali berujar.

"Video? Video yang mana?" Rain bertanya dengan wajah serius.

Seketika teman Rain yang tadi langsung mengeluarkan handphonenya, dan menunjukkan sebuah video dimana foto Rain dibuat jj.

"Viral dimana-mana, likenya udah 2M. "

Tangan Rain terkepal kuat, sudah jelas bahwa itu bukan dirinya yang memposting.

"Bukan gue yang posting, tapi si Baranj৷ng!" Wajah Rain merah padam dengan lengan yang terkepal kuat sampai memperlihatkan urat-uratnya.

Disisi lain....

"Jamkos lagi? Celii bosen, bosen, bosen!" Celia berteriak frustasi, mengapa sekarang sekolahnya kebanyakan jamkos? Dan sekarang juga.

Celia tetap berada di kelas, tanpa ada niatan untuk pergi kemana pun.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang