32. Berita

65 7 0
                                        



°

°

°
Asik-asik berpelukan, tiba-tiba pintu kamar Celia dibuka oleh seseorang. Terlihat jelas disana sepupu-sepupu Rain masuk tanpa mengetuk pintu.

"Harmonisnya keluarga satu ini,"

"Nj1rlah, udah keluarga cemara ini mah!"

"Ciee-ciee,"

"Nikah aja ga sih?"

"NIKAH!"

"NIKAH!"

"NIKAH!"

Ujar para sepupu-sepupu Rain, sedangkan Rain hanya fokus memeluk Celia dengan erat, karena Marklii juga sepertinya tak mau kalah saing.

Celia hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi dua bayi besar dan bayi kecil sekaligus.

"Bubbie, udah belum nangisnya?" tanya Celia dengan lembut.

Rain pun melepaskan pelukannya sambil mengelap seluruh wajahnya yang merah.

Mata yang memerah dan hidung yang ikut memerah.

Celia merasa kasihan, ia kembali merentangkan tangannya.

"Sini sayang nya Celii, peluk banyak-banyak," ucap Celia dengan wajah cemberut tapi lucu.

Marklii masih memeluk Celia sambil mendusel-dusel, seakan-akan ia tak peduli dengan Rain.

Rain langsung memeluk Celia kembali, ia merasakan kenyamanan saat memeluk tvbvh Celia. Sepupu-sepupu Rain yang melihat itu hanya merapati nasibnya karena mereka berstatus jomblo.

Mending sama pembaca ku, yuk!

"Marklii, cocomelon nya mau ditonton lagi ga sayang?" tanya Celia yang dibalas anggukan kecil oleh Marklii.

Marklii pun melepaskan pelukannya, ia mulai lanjut menonton cocomelon dengan girang.

"Udah? Marklii diem kok dari tadi, masa bubbie engga?" tanya Celia.

Celia mengangkat wajah tampan Rain dengan kedua lengannya.

"Udah ya? Masa iya cowoknya Celii cengeng sih?"

"Cengeng katanya? diluar aja bvas banget nj1n9," batin salah satu sepupu Rain.

"Cengeng ceunah, diluar mah udah kaya p5৷k0p3T." bisik salah satu sepupu Rain pada sepupu yang lainnya.

Celia memandangi wajah merah Rain dengan tersenyum menahan tawa, jujur saja wajah Rain saat menangis sungguh menggemaskan!

"Haduhh, dunia serasa milik berdua ya, udah buruan ke lantai bawah, Mommy Celia sama Papa nya udah dateng tuh," ucap Mommy Elrain yang tiba-tiba datang.

Rain yang mendengar itu pun langsung melepaskan pelukannya, Celia pun hanya tersenyum manis.

"Tata, endong!" pinta Marklii yang ingin digendong. Dengan senang hati Celia langsung menggendong Marklii dan mematikan laptopnya.

"Kita ke bawah, oke?" tanya Celia.

"Okeyy!" jawab Marklii dengan senyuman manisnya.

Akhirnya Celia dan yang lainnnya langsung turun ke lantai pertama, setelah turun, Celia sudah melihat kedua orang tuanya yang sedang mengobrol dengan keluarga Rain.

"Marklii, sini sama Daddy, sayang. " ucap Mary-Daddy Marklii. Mary pun mulai mengambil Marklii dari gendongan Celia.

Setelah Celia tak menggendong Marklii, ia mencari keberadaan Asya. Entah kemana perginya Asya, dari tadi tak kelihatan.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang