39. first kiss

95 6 0
                                        


°

°

°
Rain dan Celia telah menyiapkan bibirnya untuk mengecup sebuah pipi chubby Marklii. Dan ....

CUP

Oh tidak! Sepertinya ini bukan sebuah pipi chubby, melainkan benda kenyal yang saling... Menempel!

Seluruh mansion dibuat terkaget-kaget, karena Rain dan Celia yang sedang...

Celia dan Rain mematung, seolah tak mau melepaskan.

"Udah dong, emang jomblo gak iri liat ginian?" Salah satu sepupu Rain berucap dengan ketus. Biasalah jomblo tak hepii.

Celia langsung melepaskan tautan bibirnya itu, ia memegangi bibirnya dengan seribu ucapan di hatinya.

'first kiss Celi...'

'Ha! ini cium4n pertama Celi, kok diambil kak Rain sih?'

'Mommy, bibir anak mu gak suci lagii, huwa!

'Huwa Celi mau nangis,' Celia membatin sendiri dengan perasaan yang campur aduk.

Sedangkan Marklii yang membuat ulah itu hanya cengar-cengir sambil bertepuk tangan ria.

"Astaga, Marklii!" ujar Mary seraya menghampiri Marklii yang berada di gendongan Celia. Mary langsung mengambil alih gendongan Marklii.

"Marklii, siapa yang ngajarin kamu kaya gitu?!" Mary sedikit berteriak. Mata Marklii berkaca-kaca karena dibentak oleh Daddy aslinya.

"Nda Daddy! Malklii iyat Daddy Lain cuka ium-ium Mommy!" Jawaban Marklii membuat Rain dan Celia menggeleng-gelengkan kepala.

"Maafin anak saya ya, Celia. " ucap Mary.

"I-Iya, Om. Saya udah maafin Marklii kok," balas Celia berusaha tersenyum.

"Marklii, sekarang minta maaf sama kakak Celia dan kak Rain!" perintah Mary pada anak satu-satunya itu.

Marklii pun mengangguk. "Daddy Lain, Mommy. Malklii au inta maap ya," ucap Marklii seraya ingin berada di gendongan Celia.

Celia pun bergegas menggendong Marklii, ia akan berusaha tersenyum walaupun hatinya sedang dag-dig-dug.

"Iya sayang, Mommy maafin." ucap Celia pada Marklii.

"Daddy Lain juga udah maafin, tapi nanti duselnya bareng-bareng ya?" tanya Rain yang dibalas anggukan oleh Marklii, sempat-sempatnya mikirin dusel?!

Celia geleng-geleng kepala, tak habis pikir dengan pacarnya ini.

Jessica dibuat kena mental oleh semuanya, ia geram dengan Celia karena Celia telah mendapatkan hati keluarga Rain.

"Semuanya, Sica pulang dulu ya, sampai jumpa lagi." ujar Jessica seraya pergi begitu saja. What? Jessica jadi Sica? Ngikut siapa tuh.

Keluarga besar Rain geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Jessica yang sepertinya kurang baik.

Lama kelamaan Marklii mulai terlelap, Celia terus menggendong Marklii dengan gemas.

"Sini," ucap Mary seraya mengambil alih gendongan Marklii dari Celia.

"Makasih ya, Celia. Berkat kamu, anak Om jadi bisa tenang kaya gini," ucap Mary dengan senyum sumringah.

"Sama-sama, Om." Celia tersenyum balik.

"Om permisi, ya." Mary mulai pergi dari lantai pertama menuju lantai ke lima, tentunya untuk menaruh Marklii di kasur.

Rain senyam-senyum sendiri dari tadi, entah apa yang Rain bayangkan sekarang. Sampai-sampai Rain seperti cowok gil4 dengan menggigit-gigit bibirnya.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang