30. Memaafkan

75 8 0
                                        

📩°kiww kiww, setelah author hitung ternyata udah part 30 aja nih, makasii buat para pembaca yang masih support ni cerita°✉️

HAPPY READING...

°

°

°
"Babe, aku minta maaf buat perlakuan aku ke kamu waktu itu, aku juga minta maaf buat perlakuan keluarga aku ke kamu." ucap Rain dengan mata yang berkaca-kaca.

"Maafin aku, aku nyesel dan aku emang b0d0h!" ucap Rain seraya mengacak-acak rambutnya frustasi.

Celia yang melihat itu langsung menenangkan Rain, Celia memeluk Rain agar Rain kembali tenang.

Air mata seorang Rain Elxavier Steven itu mulai mengalir, sambil memeluk gadisnya, Rain juga meminta maaf berulang kali. Entah sudah sampai berapa ratus kali Rain mengucapkan kata maaf.

"Maafin aku, bubu."

"Hikss, aku nyesel."

"Rain kangen sama pelukan bubu,"

"Sama nasehat bubu, sama kelucuan bubu, Rain kangen semua itu."

"M-Maafin bubu, Rain janji bakal percaya terus sama bubu!"

"Maafin ya, Rain berharap bubu bisa maafin Rain." Ujar Rain yang ditemani tangisannya itu.

Celia juga merasa kasihan kepada Rain, ia mengelus-elus pelan kepala Rain.

"Rasanya Celia belum bisa maafin bubbie sepenuhnya," batin Celia sedih.

Mereka terus berpelukan, Celia seperti tak ingin berbicara kepada Rain. Rain menanggapi sikap Celia dengan sedih, ia juga sadar bahwa ini salah dirinya sendiri.

~~~

Pukul 14.30

Murid-murid SMA Rain'C Elrain diperbolehkan pulang lebih awal, karena Guru mereka akan mengadakan rapat.

Kini Celia tengah menunggu Bima, karena Bima bilang akan mengantarkan Celia pulang. Tak berselang lama kemudian, Bima datang dengan motor sportnya, diikuti teman-temannya juga dibelakang.

"Ayoo naik," ucap Bima yang dibalas anggukan oleh Celia.

Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba perut Celia berbunyi pertanda ia lapar dan ingin makan.

"Mau makan apa cantik?" tanya Bima.

"Gapunya uang," jawab Celia cemberut, karena jujur, ia memang telah menghabiskan uang jajan nya disekolah.

"Aku traktir sepuasnya," ucap Bima.

"Beneran?" tanya Celia tak percaya.

"Iya dong cantik," jawab Bima.

"Yaudah, Celi mau sate." ucap Celia seraya menaruh dagunya di bahu Bima.

"Oke, kita cari mamang sate!" seru Bima yang membuat Celia terkekeh kecil.

Bima memang suka menghibur Celia, pria baik nan tampan!

Melihat-lihat pedagang dijalanan, akhirnya mereka menemukan pedagang sate.

"Mang, sate nya 2 porsi, bikin yang paling banyak." ujar Bima.

"Heh! mang-ming, saya ini ibu-ibu cantik! Masa iya dipanggil Mang," balas Ibu sate dengan ketus.

Celia dan yang lainnya pun tertawa terbahak-bahak.

"Kita gimana, bos?" tanya salah satu teman Bima.

"Pesen aja," jawab Bima yang membuat semua teman-temannya bersorak ria.

Setelah beberapa porsi sate datang, Celia dan Bima lebih dulu menyantapnya dengan lahap.

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang