45. Kaciwww

15 5 1
                                        


°

°

°
"Gantengan aku, atau photocard gambar cowok itu?" Rain menunjuk photocard Jaemin yang berada di atas meja belajar.

Ini pilihan yang sangat sulit, a--aku bingung milihnya. Karena ... Aku cinta kalian berdua.

"Gantengan Jaemin, " jawab Celia mantap.

Mata Rain berkaca-kaca, kini gadisnya lebih memilih seorang Jaemin daripada Rain.

"Aku kan lebih ganteng, babe!" protes Rain tak terima.

"Tapi gantengan Jaemin tau, " Celia.

"Aku lebih ganteng!" Rain tak mau kalah.

"Jaemin lebih ganteng!"

"Aku!"

"Jaemin!"

"Aku!"

"Jaemin!"

"Aku!"

"Jaemin!"

"Aku!"

"Jaemin!"

"Aku!"

"Jaemin!"

Perdebatan mereka terus di mulai, sampai-sampai tenaga Celia mulai menipis.

"Tuh kan aku menang, berarti aku yang paling ganteng di hati bubuu!" Rain tersenyum sumringah.

Celia tersenyum jail, ia langsung mengambil photocard Jaemin lalu m€n¢৷vm৷nya.

Mata Rain terbelalak, bagaimana bisa Jaemin mendapatkan itu semua? Sedangkan Rain?

"Babe, gantian!" rengek Rain seraya mendusel-dusel dengan brutal.

"Bubbie!" bentak Celia dengan suara yang keras.

Mata Rain mulai berkaca-kaca kembali karena mendapat bentakan dari gadisnya.

"Cemburu lagi? Cuma masalah itu?" Celia menatap Rain.

"Hikss ... Iya cemburu!" tegas Rain dengan isak tangisnya dan tanpa melepaskan pelukan.

"Celii tanya, bubbie mikir kalo Celii itu sayang bubbie kan?" Celia.

Rain mengangguk.

"Nah itu tau, jadi sayangnya aku yang tampan. Celii cuma sayang dan suka sama bubbie, bubbie itu sempurna, semuanya ada di bubbie. Celii sukaa, sukaa, sukaa banget sama bubbie!" ujar Celia yang membuat hati Rain tenang.

"Beneran?" Rain tak percaya.

"Iya sayang, " Jawaban Celia mampu membuat hati Rain konser mendadak.

Rain melepaskan pelukannya, ia langsung m€n¢৷vm৷ seluruh wajah Celia tanpa henti.

Celia terkekeh geli melihat Rain, ia juga geli karena Rain terus m€n¢৷vm৷ setiap inci wajahnya.

"Ahaha, udah bubbie, geli!" protes Celia dengan kekehan nya yang tak henti-henti.

Rain langsung menghentikannya, ia menatap dalam-dalam wajah gadisnya itu.

Pipi Celia merah merona, ia sungguh salting jika di tatap dengan jarak dekat seperti ini.

"I love you, babe. " ucap Rain dengan suara serak nya, dan itu membuat bulu kuduk Celia merinding.

Celia memang paling suka cowok yang memiliki suara serak atau berat yang ... Aduhayy!

Apalagi memiliki roti sobek, pasti Celia akan mengejarnya sampai ujung dunia.

Celia mengerjapkan matanya berkali-kali dengan mulvt yang menganga lebar, itu membuat Rain gemas!

Celia & Rain [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang