29 - Wrong time

28 8 2
                                        

Mohon memberikan vote nya supaya author ada niat untuk menyelesaikan cerita ini, kalau tidak author akan hiatus lagi 😁




Madison melihat Adnan sangat marah karena pipi pria itu memerah dan wajahnya mulai mengeras. Namun Adnan hanya diam dan meremas foto mesra Alexa dan Sebastian sangat kencang sampai kusut yang diberikan oleh Madison. Tentu saja Madison tidak tinggal diam, dia akan membuat Adnan semakin marah dan terus menghasut pria itu untuk segera meninggalkan Alexa. Dia mulai menyiram api dalam bensin dan membuat segalanya makin rumit saja. Saat seperti ini Madison harus mendapatkan kembali kepercayaan dari Adnan. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari pria berwajah tegas itu.

"Ad percayalah padaku kalau hanya aku wanita yang tulus mencintaimu, dear..." ucapnya semanis mungkin.

Madison memasang wajah sendu ingin dikasihani dan dia memeluk Adnan mesra sambil diam-diam tersenyum samar. Madison yakin Adnan akan kembali ke pelukannya secepat mungkin meski cara yang dia pilih sangat kotor. Tentu saja Adnan tidak membalas pelukan itu dan hanya diam namun isi otaknya tidak ada yang tahu. Adnan tidak menolak Madison yang pelan-pelan masuk ke hidupnya lagi. Entah apa isi kepalanya saat ini padahal dia bilang sangat membenci Madison kemarin-kemarin.

"Maddie sebaiknya kau pulang karena aku sangat lelah sekarang...."

Adnan mencoba untuk melepaskan Madison yang tengah memeluknya dan mengusir wanita itu. Dia tidak bereaksi saat Madison mengatakan kalau hanya dirinya yang tulus. Kehadiran Madison tidak membuat suasana hati Adnan membaik juga jadi lebih baik dia menyuruh wanita itu pergi saja dari hadapannya. Adnan saat ini hanya merasa sakit hati nan kecewa dan dia menyangka Alexa telah mengkhianatinya. Dia sangat benci pengkhianatan dan tidak bisa memaafkan.

"Aku akan menunggumu.. kau hanya perlu membuka hatimu lagi untukku dan semuanya akan baik-baik saja Ad..."

Madison memberikan senyum terbaiknya dan mengecup pipi Adnan sebelum pergi. Pria itu tidak menolak sama sekali padahal kemarin-kemarin Adnan terlihat sangat keras dalam memasang batas terhadap Madison. Apakah karena dia menyangka Alexa telah selingkuh batas pemisah itu kini telah runtuh begitu saja?

Tak lama Madison pergi dan Adnan kembali masuk sel. Dia terduduk di lantai yang dingin sambil memejamkan mata. Tentu saja pria itu sangat banyak pikiran untuk saat ini. Dia berusaha tidur sejenak karena rasa lelah yang datang, namun belum lama dia tertidur seorang sipir membangunkannya lagi dengan wajah penuh cemooh. Sipir itu tampak sangat dingin dan menilai Adnan hanya bermodalkan tampang.

"Hey bung hari ini kau memiliki tamu yang banyak sekali! Cih itu membuatku sangat kesal!"

Pria tua itu membuka pintu sel lagi dengan kasar dan menyuruh Adnan masuk ke ruang berkunjung lagi. Tentu saja Adnan tidak tahu siapa lagi tamu yang datang saat ini bahkan Adnan pun tampak tidak mau menebak-nebak.

Sampai dia masuk ruangan itu lagi ternyata Alexa dan kedua orang tuanya datang dengan wajah haru. Alexa segera memeluk Adnan sambil menangis, wanita itu tidak menyangka Adnan harus masuk penjara dan kondisinya tampak memprihatinkan. Kedua orang tua Adnan membiarkan sang menantu melepas rindu pada sang putera. Mereka hanya menghela nafas panjang dan berharap permasalahan putera dan menantunya cepat selesai.

"Apa kau baik-baik saja Ad?" Tanya Alexa sambil menangis.

Adnan tampak tak semangat bahkan tatapan matanya mulai dingin pada Alexa. Padahal sebelumnya pria itu sangat menantikan hadirnya Alexa tapi setelah Madison datang beberapa saat yang lalu Adnan tampak menutup hatinya begitu saja.

"Ya.. aku baik-baik saja saat ini" balasnya datar.

"Daddy pastikan kau akan segera keluar dari jeruji besi ini Ad.. semua hal gila ini tidak akan daddy biarkan!!" Ucap Mr Devana mendekat.

Mrs Devana menganggukan kepalanya dan segera memeluk sang putera setelah bergantian dengan Alexa. Sebagai ibu tentu saja wanita tua itu tidak tega melihat kondisi puteranya. Adnan terlihat berantakan dan area bawah matanya menghitam padahal biasanya penampilan Adnan tampak rapi nan perlente. Jelas sekali pria itu sangat lelah dengan situasi yang ada.

"Syukurlah kalau daddy sadar jika aku memang tak bersalah!" Balas Adnan dingin.

"Daddy memang masih kesal padamu son tapi sebagai orang tua kami tentu saja tidak tega melihatmu menderita... dan daddy sudah menyewa banyak pengacara handal sehingga besok saat sidang dilaksanakan kau akan baik-baik saja" ucap Mr Devana sambil menepuk-nepuk bahu sang putera.

Adnan tampak kaget ternyata sidang pertama diadakan besok hari. Dia tidak tahu kenapa waktunya bisa secepat itu. Tapi Mr Noah Devana sang ayah adalah konglomerat kaya maka tak heran semuanya bisa berjalan begitu cepat.... tidak akan ada satu orang pun yang bisa menolak keinginan pria tua itu....




**********




Sebastian menghela nafas panjang karena sejak dua puluh menit yang lalu lawan bicaranya hanya diam dan tak mengucapkan sepatah katapun. Saat ini dia tengah bertemu dengan puteri Mr Hollow di sebuah restoran mewah pastinya dan tentu saja kesan pertama yang dipancarkan wanita itu angkuh, sombong dan untouchable. Padahal Sebastian pun terpaksa bertemu dengan wanita itu tapi kenapa dirinya bersikap sesombong itu, benar-benar membuatnya kesal saja.

"Miss Hollow kau tahu kan aku orang sibuk dan aku tak punya banyak waktu" ucap Sebastian kesal.

"Lalu?"

"Aku tak akan berbasa-basi... aku pun tak menginginkan perjodohan konyol ini jadi jangan bersikap seolah-olah hanya kau yang keberatan!!" Sebastian tampak berapi-api.

Cathylin Hollow berdecih dan tertawa mengejek. Wanita itu sejak bertemu dengan Sebastian sudah memancarkan aura tak ramah dan hal tersebut sengaja karena Cathylin memang sudah muak dengan segala perjodohan yang difasilitasi oleh ayahnya. Syukurlah kalau Sebastian juga tak menyukai perjodohan ini dengan begitu semua akan selesai lebih awal. Cathylin adalah sosok wanita dingin yang sulit membuka hati untuk seorang pria. Sudah puluhan laki-laki dikenalkan padanya namun tak ada yang mampu membuatnya tertarik.

"Aku senang mendengarnya jadi aku tak perlu bersusah payah membuatmu jengah kan?" Ucapnya sangat puas.

"Kau bukan pusat kehidupan jadi tak perlu bersikap seangkuh itu Miss Hollow dan soal perjodohan ini aku akan segera memutuskan semua itu karena aku pun menyukai wanita lain, jadi kau tak usah cemas!"

Sebastian kesal dan segera berdiri meninggalkan Cathylin seorang diri karena baginya tidak ada lagi yang harus dibicarakan. Tentu saja wanita itu juga tak peduli dan tidak mengucapkan apa-apa lagi. Bahkan Cathylin malah menyantap hidangan mewah yang ada di restoran itu seolah tidak terjadi apa-apa. Namun sebelum Sebastian membuka pintu, Mr Devana mengirim sebuah pesan padanya untuk memperlakukan Cathylin dengan baik. Mr Devana tidak akan mentolerir segala jenis penolakan dan itu membuat Sebastian jengkel. Dia tak sefrontal Adnan yang bisa menolak sang ayah dengan berani. Sebastian adalah sosok yang penurut dan ingin menolak pun tak bisa karena dia harus membuat ayahnya menyerah duluan.

"Makanan ini terlihat sangat lezat jika harus kau nikmati seorang diri kan Miss Hollow?"

Sebastian memutuskan kembali dan duduk di ruangan itu sambil menyantap steak yang enak meski dengan hati yang dongkol.......





Bersambung......




Ayo ramaikan cerita ini jangan jadi silent reader terus!!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mr and Mrs DevanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang