Happy reading love...
_____________
"Lo beneran nggak mau nyoba lippies
baru gue? Beneran bagus loh, Ri."
Rere memandangi dirinya dikaca dengan mulut yang maju kedepan. Ia mengerling terhada Puri kemudian berpose centil.
"Hahaha, suka banget sama warnanya. Kira-kira nanti ada yang terpikat nggak sih sama gue yang udah paripurna ini?"
"Re, sekolahan udah sepi loh ini." Ucap Puri pada akhirnya setelah melihat tidak ada tanda-tanda pergerakan dari Rere. Tinggal Puri dan Rere didalam kelas kini, dua temannya yang lain Alea dan Ruby sudah pergi duluan sejak tadi.
Dan terhitung sudah tiga puluh menit terlewati padahal keduanya tadi hanya berniat touch-up sekedarnya namun hingga saat ini Rere masih sibuk dengan alat make-up yang berserakan diatas meja.
Girls and make-up can't be separated.
"Sans Puri, gue udah mau selesai nih. Mentang-mentang lo udah selesai jangan buru-buruin gue dong. Moles wajah gue tuh mesti penuh dengan perasaan biar make-up nya itu memancar dari dalam nggak hampa kayak poster hasil AI." Seperti biasa Rere selalu tertawa dengan candaannya sendiri.
"Benar-benar ya, Re bisa banget lo ngeles mulu." Balas Puri dengan gelengan kepala.
"Ucapan gue nggk ada yang salah. Make-up itu seni, seni itu indah dan sekarang gue sedang membuat seni diwajah mulus gue and yeah lo bisa melihat betapa indahnya gue."
"Terserah lo deh."
"Auk ah, nih gue udah selesai."
Girls thingy finally done.
Semua alat make-up yang berserakan kini sudah berpindah ke dalam tas. Mereka berdua pun meninggalkan kelas itu.
Benar saja dugaan Puri, pelataran sekolah kini sudah sepi hanya menyisakan segelintir siswa yang nampaknya memiliki urusan disekolah.
"Gue heran deh kenapa nggak ada cowok-cowok keren di sekolah ini." Rere bergumam sembari berjalan menyusuri koridor.
"Masa sih?"
"Enggak tau deh, apa karna gue udah keburu bosan ya sama muka mereka tiap hari?"
"Bisa jadi."
"Kayaknya opsi nyari cowok diluar lebih menarik buat gue. Anak kuliahan oke banget nggak, sih?" Rere terlampau semangat membicarakan perihal sosok yang nantinya akan mengisinya hatinya.
"Kalau tipe lo yang kayak gimana, sih?"
Puri tersenyum begitu pertanyaan itu dilempar Rere. Langkah mereka berdua terus menyusuri pelataran sekolah.
"Yang ganteng." Jawab Puri sekenanya.
"Ihhh semua orang juga mau yang ganteng, Ri."
Mereka berdua lalu tertawa bersama. Seperti tidak habis dengan topik yang satu ini Rere kemudian menambahi sahutan lain.
"Older man itu kayak lebih gimana gitu, gue pengen dapet satu."
Akhirnya keduanya telah sampai ke gerbang sekolah. Seperti biasa mereka berdua akan naik taksi masing-masing karena memang rumah keduanya berbeda arah.
Puri mengernyitkan pandangan karena cahaya matahari siang yang terik menemani mereka. Namun pandangannya terkunci begitu netranya tidak sengaja menangkap sosok pria yang sudah sangat familiar.
Beberapa pertanyaan muncul begitu saja dalam kepala Puri. Tanpa sadar bibir kecilnya tersenyum tipis dengan tertahankan.
Apakah Alam kemari untuk menjemputnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
FIX YOU
RomancePuri Riane menyadari ketertarikannya pada Alam Sagara. Masalahnya Alam bukanlah pria single. Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu sudah memiliki kekasih. Bagaimana Puri mengatasi perasaannya?
